oleh

Akses Jalan Di Portal dan Aturan Pelarangan Oleh Developer Sebelah, Warga Jurbar Pondok Aren Merasa Tidak Nyaman

-Peristiwa-146 Dilihat

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Sekira 20 an KK warga penghuni di tanah kavling Ceger Residence Jalan Keluarga RT 01 RW 11 Kelurahan Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku selama 1,5 tahun ini tidak nyaman dengan aturan pelarangan terkait akses jalan keluar-masuk ke tempat tinggalnya yang dibuat oleh pihak developer tertentu.

Diduga pemicunya adalah masalah kompensasi antar pemilik masing-masing developer yang beririsan lokasinya.

Seperti video yang beredar, pada hari Minggu 25 September 2022, salah satu keluarga yang tinggal di Blok C1 Ceger Residence dengan kendaraan mobilnya tak boleh melewati gerbang kemudian ada akses jalan yang diportal untuk menuju rumahnya.

Narasi video tersebut menggambarkan, keluarga ini kalau mau masuk harus melalui izin seseorang yang bernama Budi. Kemudian seseorang yang lain dengan menenteng helem juga sepertinya memprotes pria lansia berseragam petugas sekuriti bernama Ibnu.

Diperoleh informasi bahwa developer Ceger Residence diduga tidak menggubris apa yang menjadi permintaan dari developer Stanza Mansion yang pemiliknya disebut-sebut adalah B.

Alhasil, tiap warga Ceger Residence seolah direcoki dengan semacam pelarangan-pelarangan akses jalan satu-satunya selama ini.

Pada awalnya sebelum memasuki gerbang dan tembok berlin yang dibangun oleh Stanza adalah sebuah lahan kosong seluas 2000 meter, yang apabila dari Jalan Raya Ceger para konsumen dengan sangat mudah melalui akses jalan yang dilalui bila memasuki area Ceger Residence yang mempunyai luas tanah 12O0 meter hasil lelang Bank Mandiri.

Diduga semenjak ada gerbang dan tembok berlin, menurut pengakuan warga Ceger Residence, sekira tahun 2020, tiba-tiba ada pemasangan portal besi selebar tidak kurang dari 4 meter dari pihak luar Ceger.

“Kami warga disini sangat tidak nyaman dan merasa resah, termasuk anak kecil pun dilarang keluar untuk jajan diluar tanah kavling,” ungkap Andi M Latif, salah satu warga pemilik rumah di Ceger Residence

Beragam warga lainnya, masing-masing menuturkan dampak dari permasalahan antar developer yang sebelumnya tak pernah terbayang dan kini baik penghuni lama maupun penghuni baru Ceger Residence justru menjadi korban.

“Jadi waktu itu saya pernah kan pesen barang lemari, tapi di depan portal itu, mobil pengantar barangnya tak boleh masuk, supirnya diusir oleh petugas keamanan yang bekerja di cluster Stanza Mansion,” ungkap Santi, warga yang tinggal di C11.

Karena barang sudah kadung dipesan, dirinya harus tetap bayar, dan barang pun terpaksa harus digotong jalan kaki ke rumahnya dengan jarak puluhan meter dari pintu portal.

Santi kembali menuturkan pengalaman tak menyenangkan pula sembari memperlihatkan video, pada saat akan melangsungkan tasyakuran dengan mengundang jamaah ibu-ibu majelis taklim luar Ceger Residence, pun mendapat pelarangan.

“Meski hujan gerimis saat itu, ibu-ibu pengajian itu harus turun dari mobil sewaan tepat di depan gerbang maupun portal. Dan diharuskan oleh satpamnya Pak B, para ibu-ibu iitu yang rata-rata lansia harus jalan kaki puluhan meter ke rumah kami,” imbuhnya.

Guna konfirmasi ke Stanza Mansion, tak tetlihat adanya bangunan kantor pemasaran lazimnya para developer yang lain. (sg)