oleh

Aksi Warga BPI Pamulang Timur Tangsel Lewat Tulisan di Tiang listrik dan Tembok Pembatas

-Peristiwa-260 Dilihat

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Memasuki hunian perumahan Bukit Pamulang Indah V Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, pada Jumat (8/7/2022) pagi.

Setelah menuruni lereng jalan Cendrawasih, sebelum.masjid, para pengendara akan terfokus untuk melihat beberapa tulisan di kertas karton yang diikat pada median tiang listrik dan ditempel pada dinding tembok pembatas dengan lahan kosong resapan air.

Tulisan-tulisan tersebut kesannya bersifat protes dan harapan-harapan pada pemerintah kota.

Agung Trikuncahyo, Ketua RW 10 Perumahan BPI V, didampingi Puguh Prasetyo wakil ketua rw, dan Hendro sekretaris rw, menjelaskan pagi tadi ada permasalahan bahwa pembongkaran tembok pembatas.

“Yang mana memang awal itu memang berdiri di tanah kami dalam hal ini developer. Kebetulan sekarang developer sudah menyerahkan ke pemda, ini yang kita nggak tahu sejauh mana sih peraturan pemda itu apakah dengan diserahkannya semua tanah itu ke pemda kemudian pemda bertindak semaunya beraktifitas apa atau mau bisnis apa,” ungkap Agung,

Warga BPI V menyakini lokasi sekitar tulisan protes di tembok pembatas itu adalah fasilitas umum dan fasilitas sosial yang didapat dari pembelian rumah di BPI V.

“Jadi warga di sini ada 200 kk, dengan pembongkaran tadi pada prinsipnya menolak karena tidak pernah dijelaskan keperuntukannya untuk apa, jadi kita selalu waspada apabila itu dibangun sesuatu yang kita nggak tahu akan menimbulkan banjir dan banyak binatang melata berbahaya,” tutur Agung.

Warga berharap pemkot tidak semena-mena dan ingin ada kejelasan sosialisasinya.

“Jika benar pemda mengklaim bahwa developernya telah menyerahkan (fasos/fasum), tolong tunjukkan suratnya karena memang kami tidak tahu. Itulah keinginan- keinginan warga kepingin tahu supaya kita tahu hukumnya kayak apa,” tukasnya. (sg)