oleh

Alhamdulillah, Rumah Yunus Kampung Pasar Jombang Ciputat Mulai Dibedah.

-Gaya Hidup-81 views

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Kesabaran salah satu warga Kampung Pasar Jombang, RT 04 RW 13, Kelurahan Jombang, Ciputat, Kota Tangsel Yunus (56) sekeluarga akhirnya membuahkan hasil.

Betapa tidak, kondisi rumah Yunus jauh dari kata layak, serta bertahun-tahun nyaris roboh, dan selama ini keseharian sebagai buruh lepas mulai hari ini telah disentuh oleh Pemkot Tangsel.

Terlihat, Ugi selaku Ketua RT setempat ikut peduli membantu pembongkaran rumah bersama warga secara gotong royong.

“Kami atas nama RT bersyukur, dan sementara ini keluarga Pak Yunus tinggal di rumah yang kita kontrakan selama kurang lebih 40 hari, sewanya pun sangat murah,” tuturnya, Senin (4/1/2021).

Sementara, penjelasan Muhamad Hatta, salah satu anggota Badan Kesewadayaan Masyarakat (BKM) pada Kelurahan Jombang, pembongkaran berikut rumah Yunus ini adalah program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh).

“Iya kami hanya mendampingi KOTAKU,” timpalnya.

Selanjutnya atas hal tersebut, Hatta menyosialisasikan kepada masyarakat, khususnya di Kelurahan Jombang harus peduli dan sepenuhnya tidak bergantung pada pemerintahan.

“Kan ngga mungkin, dalam situasi Pandemi yang hingga kini masih merebak, maka perlu kerjasama dan peduli dari masyarakat, Jangan iya doang, tapi masyarakat hanya menjadi penonton,” imbuhnya.

Kunci solusinya, menurut Hatta diantaranya adalah bisa membantu keluarga Yunus ini bisa terlaksana dengan baik, dan rumahnya layak dihuni, bisa dalam bentuk tenaga, pikiran, maupun lainnya.

Anggaran perbaikan rumah agar layak huni ini merupakan dari Coorporate Social Responsibility (CSR).

“Ini bukan dari APBD ya, tapi dari CSR, anggaranya besaran kotornya 50 juta rupiah, dengan luas tanah standar 30 meter,” katanya.

Atas minimnya anggaran rehab total milik Yunus ini di kota sekelas Tangsel, dirinya sekali lagi mengajak masyarakat peduli membantu

Usulan rumah Yunus ini pun, disebutnya di tahun 2019, namun sempat tertunda di 2020 dengan alasan anggaran bedah rumah yang sudah tidak bisa.

Sehingga pada akhirnya Dinas Perkimta Tangsel mencari solusi, anggarannya dari CSR melalui Bank BJB,” katanya.

Yunus memiliki istri mengidap kelenjar getah bening di bagian leher, dan dua orang anak remaja. Selama ini tak punya fasilitas air kebutuhan sehari-hari, tetapi hal pokok itu ia dapat dari kemurahan Pasar melalui kucuran airnya lewat selang beberapa meter.(sugeng)

News Feed