oleh

Babinsa Ramil 02/KT dan Masyarakat Kuansing Keluhkan Stok Kayu Untuk Jalur Makin Langka

-TNI Polri-53 Dilihat

TELUK KUANTAN, – Bukan hanya warga masyarakat saja yang prihatin akibat makin sulit mencari kayu jalur. Dinas Kehutanan Kuansing yang mengelola kawasan hutan juga ikut prihatin terkait stok kayu untuk bahan jalur yang kian menipis. Sementara budaya dan tradisi besar masyarakat Kuansing ini harus dipertahankan sampai kapan pun.

Pasalnya boleh dikata, kayu-kayu berukuran besar seperti Meranti, Kruing, Balam, Kompe dan sebagainya kian tipis. Bahkan kayu-kayu jalur saat ini hanya berada di kawasan kawasan hutan lindung.

Kita sangat prihatin sekali melihat kondisi yang ada sekarang ini, mungkin lima atau sepuluh tahun yang akan datang tradisi pacu jalur akan hilang, seiring langkanya kayu sebagai bahan membuat kayu jalur,” ujar Babinsa Koramil 02/Kt Kodim 0302/Inhu, Serka Edi Muslim.

Menurutnya, untuk membuat sebuah jalur harus mendapatkan kayu yang cukup besar dan panjang. Namun kondisinya kayu jalur telah mulai langka diperoleh oleh masyarakat sesuai dengan ukuran dan panjangnya.

Untuk itu Babinsa dan masyarakat berharap kepada pemerintah dapat memberikan bibit pohon yang sudah mulai langka tersebut. Dan mereka akan menjaga dan memelihara bibit pohon tsb seperti semula.

Saat ini untuk mendapatkan kayu kebutuhan membuat jalur tersebut, warga terpaksa mencari dan membelinya ke daerah lain, seperti Kampar dan Pelalawan.Jumat 01/07/2022.