oleh

Bawaslu Kota Tangsel Rapat Bersama Para Wartawan

-Megapolitan-93 views

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Bawaslu Kota Tangsel menggelar acara rapat kerjanya dengan mengundang para awak media bertajuk PERAN MEDIA DALAM PILKADA 2020.

Jelang Pilkada Tangsel 2020 mendatang, diharapkan perjumpaan ini menjadi lebih sinergitas antara lembaga Bawaslu Tangsel dengan para awak media.

Karena dalam hal -hal tertentu, pihak Bawaslu Tangsel.mengakui sering mendapat informasi dari wartawan, kemudian itu naik dan menjadi temuan. “Teman-teman media disini ibaratnya seperti jendela dan tentu menjadi bagian proses pengawasan pencegahan terhadap pilkada mendatang,” ungkap Jazuli, salah satu anggota Bawaslu Tangsel, saat acara tersebut yang berlangsung di RM Bupe, Cilenggang Serpong, Jumat (29/11/2019).

Tambah Jazuli, mudah-mudahan teman-teman media juga bisa mengangkat tulisan bersifat netral tidak mendominasi salah satu calon.

Sementara Acep Ketua Bawaslu Kota Tangsel dalam penyampaiannya, media diinginkannya bisa menjadi mitra bawaslu seperti pelaksanaan pilkada seperti halnya pilpres 2019.

“Bagaimana ketika itu teman-teman memberitahuan bahwa ada temuan surat suara yang tercoblos dua surat suara untuk satu pemilih di Ciater, nah itu tahunya kami dari teman-teman media dan kami langsung menurunkan tim kesana. Hal itu juga yang kami harapkan di Pilkada, bagaimana informasi itu bisa sampai pada kami,” katanya.

Pilkada 2020, Insyallah Bawaslu Tangsel akan perbaiki dan menyediakan media centre demi kinerja Bawaslu. Sehingga terjadi komunikasi yang baik antara Bawaslu dan teman-teman media.

Sementara narasumber, Bahrul Munir Komisiener Bawaslu Provinsi Banten Divisi Penanganan Pelanggaran sekaligus Korwil Kota Tangsel kepada media agar memahami penegakan Bawaslu dalam pilkada yang berbeda mirip Pemilu.

Ada perbedaannya antara Pemilu dan Pilkada, yakni berdasar dua (2) UU. Diantaranya terkait saat pencalonan, yang mantan narapidana kalau belum diubah harus meruntut Pasal 45 UU Pilkada

“Kalau Pemilu itu ada citra diri (photo), tapi kalau Pilkada itu tidak termasuk tapi jika visi misi program itu masuk,” kata Munir.

Output kami pada intinya adalah membutuhksn informasi pelanggaran dari teman-teman media.

Penegakan hukum kami Bawaslu memang kami akui tidak konsisten. Berdasar lembaran hitam kami Pemilu kemarin ada beberapa kasus yang 30 tentang pidana, ada 3 instansi (polisi, jaksa dengan bawaslu) ada beberapa perkara yang tidak bisa naik, karena sesuatu dan lain hal, kami akui itu terjadi.

Penegakan hukum pada Pemilu kemarin Gakumdu dasarnya adalah peraturan Bawaslu, untuk Pilkada ada kesepakan bersama dasarnya adalah dasar hukum bukan partai politik, insyallah.(sugeng)

News Feed