oleh

Begini Tanggapan Video Tarung Bebas Di Kota Tangsel Yang Melibatkan Peserta Anak-Anak

-Megapolitan-868 views

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Sejumlah masyarakat menyatakan sikap sangat menyayangkan setelah melihat video yang beredar di medsos tentang acara bertema Tarung Bebas yang melibatkan anak kecil di halaman Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan pada hari Minggu (10/11) kemarin.

Dalam video tersebut sorak-sorai penonton kian memacu bocah cilik yang bertanding saling menyerang adegan dua anak kecil sedang adu pukul dengan mengenakan perlengkapan atribut tinju atau boxer dan seorang lelaki dewasa sebagai penengah.

Salah satu pegiat sosial sekaligus pemerhati budaya Tangsel, Ade Gunawan menyatakan kurang setuju adanya pertandingan yang tidak mencitrakan seni bela diri tradisional dengan melibatkan anak anak seusia rata-rata Sekolah Dasar itu.

“Saya tidak setuju, maksudnya kalau bela diri kreasi atau menunjukan seni, itu bukan seni tapi adu pukul berantem antar anak anak,” ungkap Ade Gunawan, Senin (11/11/2019).

Seni bela diri silat tradisional yang diperuntukkan buat anak- anak biasanya tanpa sentuhan fisik. Melainkan mereka biasanya akan diadu misalnya dalam seni gerak, kelincahannya, kostum, dan sebagainya.

Meski dalam informasi yang berkembang bahwa awal pada pembukaan acara tersebut yang digelar mulai pagi hari dihadiri Walikota Tangsel, dirinya yakin sang pejabat Tangsel No 1 itu tidak mengetahui tampilnya anak-anak diadu seperti itu.

Sebagai predikat Kota Layak Anak, di Tangsel dengan kejuaraan seperti itu yang diikuti dan dipertontonkan pula dihadapan anak-anak sangatlah menyimpang.

“Itu kan berantem beneran, maaf ya, walaupun dikasih (anak-anak) diberi pelapis keamanan, tapi motifnya kan berantem untuk menang.

Ia tuturkan jika saja peserta usianya sudah kategori 17 tahun keatas, tak masalah. “Harapannya semoga kejuaraan yang diikuti anak-anak tersebut tak digelar lagi. Kepekaan bersama sesuai motto Kota Tangsel CMORE (Cerdas Modern Religius),” kata Ade.

Sementara tanggapan via seluler  juga disampaikan oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto, mengecam keras adanya perlombaan beladiri kontak fisik yang diterapkan pada anak-anak usia dini. “Perlombaan tersebut bisa dianggap sebagai bentuk lain kekerasan terhadap anak,” tukasnya.(sugeng)

News Feed