oleh

Belasan Terapis plus Serpong Utara dibina ke Serang Banten, PPNS Satpol Tangsel: 460 ribu sekali main

Bisnis Metro, TANGERANG SELATAN-  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tangerang Selatan (Tangsel) memeriksa seorang manajernya, dan 16 orang wanita terapis pijat spa Lychee Ruko Golden Boulevard Serpong Utara, Sabtu (20/11/2021) dari malam hingga dinihari subuh.

Dalam hal itu adalah terkait Penyandang Masalah Kesejateraan Sosial (PMKS) saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2.di Tangsel.
Satpol PP bersama Dispar Tangsel saat menggrebek tkp memergoki adanya beberapa terapis bersama pelangganya dalam kondisi tidak berbusana.
Adanya dugaan pelanggaran Perda, kemudian dilimpahkan ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Tangsel.
Muksin al Fachri Kasie PPNS, menjelaskan, bahwa setelah diperiksa dalam BAP, belasan terapis itu masuk kategori PSK (Pekerja Seks Komersial) dengan imbalan sebesar Rp460 ribu sekali main.
Kesemua terapis kemudian dilimpahkan ke Dinas Sosial untuk pembinaan lebih lanjut. “Informasinya, dikirim ke Serang (Banten),” ungkapnya, Minggu (21/11/2021) siang.
“Dari 460 ribu rupiah itu, dia (seorang terapis) memang ada berbagi dengan tempatnya. Makanya hari Senin (22/11/2021) kita akan membuat surat untuk menindaklanjuti ini memang, apakah tempatnya akan ditutup sementara, atau ditutup untuk selamanya,” ujar Muksin.
Koordinasi akan dilakukan dengan Dinas Pariwisata Tangsel menyikapi adanya tempat hiburan tetapi adanya dugaan tempat itu dijadikan kegiatan untuk PSK.
Pendalaman, kata Muksin, akan terus dilakukan, setelah anggota Satpol PP Tangsel pada saat di lokasi tkp pijat spa L, mendapati tiga orang terapis sedang melayani pelanggannya dalam keadaan tanpa busana.
“Sangkaan sementara adalah pelanggaran Perda No 09 Tahun 2012 Pasal 63 Jo Pasal 40,” tandasnya. (sg)

News Feed