oleh

Di Acara Maulid Nabi, Begini Ketua Umum FBR Jelaskan Islam Nusantara

-Megapolitan-1.687 views

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Pada dasarnya Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, boleh dibilang tidak pernah ada di negara Islam yang lain, ini hanya ada di Indonesia dan boleh dilakukan kapan saja.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum atau Imam Besar Forum Betawi Rempug (FBR) KH. Lutfi Hakim, saat menghadiri acara Perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H sekaligus Santunan 200 Anak Yatim dan Dhuafa, diselenggarakan FBR Gardu 0378 Macan Utara Jalan Grsha Raya, Serpong Utara Tangsel, Kamis (14/11/2019) malam.

Dalam tausiyahnya dihadapan pengurus FBR Korwil Tangsel beserta jajarannya, para Ketua Gardu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pakujaya yang mewakili Polsek, para Ketua RT/RW, dan lain-lain, Lutfi menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini bahkan dilembagakan dalam acara resmi negara.

Lanjutnya, perintah Islamnya umat  harus mengenang Nabi, dan Nusantaranya adalah dengan maulid. Jadi inilah bentuk Islam Nusantara, yaitu Islam yang kaya akan beragamnya aktifitas, tanpa mengabaikan adanya esensi di Indonesia. Ciri Islam yang ramah, bukan Islam yang marah-marah.

Ini harus kita pertahankan tanpa mengabaikan hal-hal yang baru yang kita anggap itu positif. Karena ini sesuai dengan kaedah menjaga lama yang baik, mengambil yang baru yang lebih baik.

Lalu Lutfi Hakim juga menyampaikan perkembangan sosial sekarang, dengan adanya gerakan-gerakan radikalisme yang menganggap bahwa Islam yang ada di Indonesia ini Islam yang sesat, Islam yang penuh bid’ah, penuh qurafat, sehingga mereka melihatnya dengan jijik, menganggap sebagai sebuah sampah yang harus dibersihkan dengan mengatasnamakan Tuhan.

Padahal selama ini orangtua kita mengembangkan Islam yang ramah, bukan oleh mereka Islam yang marah-marah, Islam yang inklusif, Islam yang intoleran.

Maka dirinya berharap kepada teman-teman untuk mewaspadai upaya provokasi yang terjadi, baik melalui medsos, ataupun yang lainnya, Tabayun dahulu atas berita-berita, info-info yang masuk, lalu agar tidak  disebarkan kepada yang lain.

“Upaya lain, kepada anggota FBR agar terus menjaga kerempugan kekompakan persatuan dan sinergi dengan setiap elemen masyarakat,” pungkasnya.

Berikut contoh bagian ajaran Islam Nusantara yang terus lestari di Indonesia, antara lain;
Islamnya, perintah sholat, Nusantaranya ada bunyi-bunyian, sholawatan, qosidahan, sambil nunggu orang lain yang masih kerja untuk istirahat, yang  masih disawah untuk lekas pulang.

Islam ada adzannya, Nusantaranya pukul kentongan.
Islamnya perintah sedekah, Nusantaranya ada santunan anak yatim.

Islamnya menyuruh pergi haji dan umroh, Nusantaranya sebelum umroh seseorang tersebut latihan pada berkeliling triplek digambarkan ka’bah. Ada juga dengan walimatus syafar (mengumpulkan sanak famili dan tetangga) minta di doakan agar perjalanan pulang perginya selamat agar menjadi haji yang mabrur.

Islamnya perintah khitan, Nusantaranya anak tersebut dinaikan odong-odong, naik kuda. Bahkan menjadi menjadi wisata budaya. Anak di khitan supaya lupa merasakan sakitnya, diberi duit.

Islamnya disuruh sholawat, Nusantaranya ada pula bacaan bardzanji, diba’, qosidah.

Islamnya menyuruh dzikir, Nusantaranya berkumpul ramai-ramai tahlilan agar tidak lupa.

Islamnya menyuruh kita kenal leluhur, Nusantaranya berziarah.

Islamnya disuruh menutup aurat, Nusantaranya memakai kain, peci, blangkon. (sugeng)

News Feed