oleh

Di Kampung Rawalele Jombang Kota Tangsel, Ridwan Saidi: Silat Mengandung Unsur Seni dan Pikiran Rasional

-Olah Raga-161 views

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Berbicara Silat, budayawan nasional asal Betawi, Ridwan Saidi memperhatikan bahwa silat mengandung empat (4) unsur.

Hal tersebut diungkapkan Ridwan Saidi, saat hadir dalam acara Silaturahmi dan Diskusi bersama Tokoh Budayawan Nasional, bertempat di Perguruan Seni Beladiri Beksi Mandala Putera Puteri Betawi, Cabang Jombang Rawalele, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Jumat (8/1/2021).

Empat (4) Unsur dalam Silat itu disebutkan antara lain, yang pertama adalah Geometris. Pengertiannya, bentuk-bentuk garis seperti ada dalam Kriptologi huruf Alif.

Kemiringan ‘Alif’ ini ada 5 derajat, tidak bisa tegak lurus. ‘Lam’, itu banyak gerakan ayunan, dan nanti ketemu ‘Kaf’ pada gerakan kaki,” urai sosok berumur 78 tahun ini.

Radin, Pengasuh Perguruan Seni Beladiri Beksi Mandala Putera Puteri Betawi cabang Jombang Rawalele

Perhatian dia, gerakan- gerakan silat yang mengandung geometri ini dalam unsur krip art, tetapi juga mengandung gerakan keseimbangan yang musti Simetris. “Karena prinsip ciptaan alam itu juga berimbang dan pada fitrahnya,” katanya, sembari mencontohkan adanya hewan bernama Belatung.

Kemudian perpaduan gerakan silat yang geometri-simetrikal itupun akan menimbulkan Getaran. Yang menurutnya jika manusia mengganggu keseimbangan alam atau merusak alam, seperti mengucap kata- kata kotor yang tidak patut disampaikan, maka akan merusak norma udara.

“Frekuensi udaranya akan hilang, jikalau keseimbangan alam terganggu, dia akan mencari keseimbangan alam yang baru, hingga akhirnya membuat kontraksi dengan sekitarnya, lalu muncul bencana dan wabah,” jelas Ridwan Saidi.

Sosok mantan anggota DPR dari fraksi PPP tahun 1977-1987 ini, melanjutkan bahwa secara jujur, dirinya tak percaya adanya virus covid. “Maaf, saya ngga percaya covid itu adalah kuman atau virus,” cetusnya, seraya mengajak untuk melihat warga di Negara Vietnam itu saat wabah covid mendunia justru meminta warga penduduknya yang muslim untuk mendoakan.

“Saya tidak anti medis, tetapi saya lebih menyakini, ini ada keseimbangan alam yang terganggu,’ imbuhnya.

Atraksi pesilat cilik umur 6 tahun

Kembali lagi, Silat, bila diproyeksikan dalam gambar, akan terlihat geometri-geometrinya, getaran frekuensinya, hingga akhirnya dijabarkan Ridwan, barulah akan terlihat energinya.

“Orang bilang energi itu katanya Tenaga Dalam. Sebenarnya energi itu adalah proses dari kombinasi geometri-simetrikal,” tuturnya.

Menambahkan dalam.pemaparannya, Ridwan pun mengingatkan para guru-guru silat yang hadir diacara ini, bahwa semua yang berkecimpung sebagai pelaku budaya, merupakan suatu pilihan dan ada konsekuensinya. “Percayalah semua akan ada manfaatnya, dan jika direnungkan gerakan silat dalam geometri huruf hijaiyah atau arab,’ katanya.

Sembari berfilosofi, bahwa fisikawan teoritis Albert Einstein, karyanya tetap dikenang meski telah meninggal sekian lama.

“Karena itu, anda sebagai pesilat, yang pertama adalah berjuang menghidupkan komunitasnya, memberikan penghormatan pada para guru silat. Kemudian berpikir profesi anda sebenarnya apa dari arti gerakan badan saat silat,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri pembicaraanya, Ridwan mengimbau agar jangan saling membenci orang lain, atau tergila-gila pada orang lain, buat apa, jadi normal saja. Terhadap Baginda Rosul, dan Allah SWT yang utama, tapi kepada manusia kita harus saling menghormati.

“Pada intinya, Silat mengandung unsur seni, dan unsur pikiran yang rasional,” tukas Ridwan Saidi

Sebelumnya selaku Tuan rumah acara, Ketua Perguruan Seni Beladiri Beksi Mandala Putera Puteri Betawi, Cabang Jombang Rawalele, Ciputat, asuhan Bang Radin, mengatakan bahwa rapat Paseban kali kedua tahun ini, dianggapnya sebagai hal yang luar biasa.

“Mudah-mudahan kedepannya, Paseban lebih maju lagi merangkul masyarakat kebanyakan. Karena kalau mau mengangkat budaya kita, siapa lagi, dan tak dianggap sebelah mata. Mari kita tinggalkan tahun lalu, tapi kita tingkatkan tahun yang akan datang,” pungkas Radin.

Dalam pantauan, hadir pula para pengurus (PGSTI) Perguruan Silat Tradisi Indonesia, yang baru berdiri 2 bulan lalu, lalu juga ada para Dewan Pembina Paseban, Ketua I Paseban Raya, maupun paguyuban perguruan silat lainnya.(sugeng)

News Feed