oleh

Diwarnai Debat Warga Ciater Serpong Dengan Utusan PT Lock & Lock, Rencana Pemagaran Tembok

-Megapolitan-740 views

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Beberapa warga lingkungan RT 10 RW 10 Jalan Masjid Kampung Pondok Sentul Kelurahan Ciater Serpong Kota Tangerang Selatan menuntut PT. Lock & Lock selaku tetangga pemilik pekarangan, supaya memberi jalan fasilitas untuk kepentingan umum.

Hal tersebut terjadi saat perdebatan permasalahan aset jalan yang akan ditutup dengan pemagaran tembok berlin. Kamis (14/11/2019) petang di lokasi yang dipermasalahkan.

Salah satu warga, Imam Suchri mengatakan, warga hanya mengawal kebijakan pemerintah dan hukum yang ada di Indonesia.

PT Lock & Lock diharapkan memberi jalanan selebar tiga (3) meter sesuai permintaan warga dibuat pada sisi tanah atau pekarangan yang terdekat ke jalan raya.

“Tadinya secara historis pemilik pertama itu jelas tertulis bahwa tanah 3 meter ini dari jalan raya sampai ke belakang. Data- data kita itu ada dari surat pernyataan tertulis pemilik pertama,” ungkap Imam.

Dilokasi yang sama, Ifan Santoso, selaku pemilik lahan pertama, juga membenarkan apa yang dikatakan Imam. “Saya sebelum transaksi jual beli, tanah itu sudah saya kasihkan/ hibahkan kepada warga.

Saya buktikan itu dengan membuat surat pernyataan tertulis itu tahun 2009 buat warga, dan saya kan juga pengusaha makanya tanah punya saya, langsung saya potong.

Menurut Ifan, karena peruntukkan pembangunan nantinya di lahan PT Lock & Lock itu kan komersial (warga menduga lahan akan dibangun mess karyawan), makanya pengusaha harus melihat kepentingan jalan untuk fasilitas umum.

Sementara, salah seorang dari PT Lock & Lock yang sejak awal debat dengan warga menjelaskan kepada wartawan bahwa pada intinya untuk masalah batas kepemilikan tanah warga dengan milik pimpinannya itu tidak ada masalah.

“Yang menjadi masalah sih kesepakatan awal hibah tanah itu kami tidak tahu, karena data yang saya pakai itu adalah data sertifikat hak milik dengan 4 batas, diantaranya tanah adat,” jelas Puji, sembari mengaku hanya sebagai staf PT Lock & Lock, dan saat ini tidak membawa berkas-berkasnya. (SUGENG)

News Feed