oleh

ESID, Melalui GLP Siap Membangun Ekosistem eSport Indonesia

-Ekonomi-340 views

Bisnis Metro, JAKARTA— PT Electronic Sport Indonesia (ESID) berkomitmen untuk membantu Pemerintah dalam mendorong eSports melalui penyelenggaraan “The International 9th di Gamers Land Party (GLP) 2019 pada 24-25 Agustus 2019 dl Jetim Expo Surabaya.

Direktur 0perasional FT ESID, Victorinus Tanjaya mengaku sudah siap melatih anak muda Indonesia untuk menjadi atlet eSport profesional dengan care membuka lembaga pengkaderan para gamers yang bertujuan untuk mendidik calon atlet eSports di Indonesia.

Dia berpandangan, pada umumnya saseorang akan bemain game pada usia 16-21 tahun, setelah ltu berakhir. Namun, melalui lembaga pengkaderan yang telah disiapkan ESID, karir gamer seseorang tidak akan berakhir karena para gamer bisa jadi pelatih hingga komentator di setiap pertandingan eSport.

‘Nantinya, kami juga akan membuka lembaga pengkaderan gamers. Jadi semacam pendidikan atlet agar memiliki kesiapan untuk jadi atlet eSport handal dan profesional,“ tutur Christian Suyadi, Direktur Pengembangan Bisnls PT ESID, dalam keterangan resminya kepada awak media di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (15/8).

Menurut Christian, event GLP 2019, akan menjadi pintu masuk bagi ESID untuk menciptakan ekosistem eSport di Tanah Air. Dia juga mengungkapkan GLP 2019 merupakan wadah berkumpulnya para gamer dari berbagal platform sekaligus untuk menunjukkan bahwa eSports adalah salah satu industri baru yang akan berkembang pasat baik dari sisi sosial maupun ekonomi.

“Ajang ini kami hadirkan untuk memberikan wadah bagi para penggemar gim dan esports di Tanah Air. Kami berupaya untuk membangun ekosistem digital entertainment lifestyle bagi masyarakat di Indonesia,“ katanya. ‘

Badasarkan laporan Newzoo, Indonesia menjadi salah satu pasar video game terbesar di Asia Pasifik dengan angka mencapai US$941 juta atau sekitar Rp13 triliun.

Christian melanjutkan bahwa GLP 2019 Ini mengunakan lntemet 1 gbps yang didukung oleh CBN dan rencananya akan diikuti lebih dan 10.000 pengunjung dan menjadikan ajang ini sebagai kopi darat (kopdar) komunitas game terbesar di Indonesia.

”Kami ingin para gamer di Indonesia bisa saling berinteraksi dan berbagi pengetahuan serta pengalaman mereka tentang eSports,” ujarnya.

Editor: Yuni

News Feed