oleh

EX-COMBATAN KEMBALI SERAHKAN SENJATA, BUKTI KEDEKATAN KONTINGEN GARUDA DENGAN MASYARAKAT KONGO

Bisnis Metro, KONGO – Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission de IOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) yang dipimpin Kolonel Inf. Daniel Lumbanraja kembali peroleh 3 pucuk senjata jenis AK-47, 3 buah magazen dan 15 butir peluru tajam serta 10 orang ex-combatan kembali ke masyarakat umum, di desa Amisi Provinsi Tanganyika, Minggu (22/12/2019) yang penyerahannya secara langsung diserahkan kepada Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen TNI Moch. Fachrudin, S.Sos didampingi Komandan Satgas Indo RDB XXXIX-B Monusco.

Keberhasilan memperoleh 3 pucuk senjata jenis AK-47, 3 buah magazen dan 15 butir peluru tajam serta menyerahnya 10 orang ex-combatan Apa Na Pale dan Twa adalah sebagai wujud nyata dari hasil berbagai kegiatan positif Satgas Indo RDB XXXIX-B Monusco yang telah dilakukan seperti Long Range Mission (LRM), Long Range Patrol ( LRP), dan Civil Military and Coordination (Cimic) serta kegiatan lain di AoR Satgas khususnya di Provinsi Tanganyika Republik Demokratik Kongo.

Dengan kedekatan Satgas Indo RDB dengan masyarakat Kongo ini memudahkan Satgas Indo RDB mendapatkan informasi akan adanya dua kelompok milisi Apa Na Pale dan Twa yang ingin menyerahkan diri untuk kembali ke masyarakat umum dan ingin hidup damai tanpa harus merasa cemas Dari informasi tersebut Satgas Indo RDB yang sedang melaksanakan Long Range Mission (LRM) menuju SCD Minemwe langsung menghimpun informasi tentang kebenarannya serta berkoordinasi ke beberapa pejabat terkait.

“Melindungi warga sipil adalah tugas utama sebagai UN Peacekeeper, dengan membuat rasa aman, nyaman serta memenangkan hati dan pikiran masyarakat serta menanamkan kepercayaan itu kunci utama, “ tegas Daniel.

Lebih lanjut dikatakan, menurut pengakuan beberapa milisi yang menyerahkan diri itu, mengungkapkan bahwa mereka sudah lelah dengan hidup berpetualang dan sembunyi-sembunyi untuk memenuhi kebutuhan mereka selama ini, Terkadang rasa was-was yang selalu menghantui mereka dikala menjalankan aksinya seperti merampok dan lain sebagainya tidak membuat bahagia. Dari situlah mereka sadar bahwa senjata dan kekerasan tidak dapat memberikan rasa aman apalagi hidup tentram.

Selanjutnya senjata yang telah diserahkan kepada Asops Kasad atas nama Satgas Indo RDB diserahkan kembali kepada staf Monusco dalam hal ini Disarmament Demobilization Reintegration (DDR) untuk dilaksanakan proses lebih lanjut sesuai ketentuan UN.

Sumber: Humad PMPP

By: Yuni

News Feed