oleh

Gadis Belia Ciputat Diduga Alami Penyekapan Dan Pelecehan Usai Kenalan Lewat Facebook

-Megapolitan-159 views

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Bermaksud menambah teman, justru malah bertemu hingga menjadi korban pelaku kejahatan. Inilah yang dialami Melati (nama samaran) gadis belia 13 tahun asal salah satu kelurahan di Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan.

Baru kenalan di medsos facebook, Melati diduga mengalami dugaan penyekapan dan dugaan asusila oleh pelaku yang diduga kenalannya itu, pemuda berinisial MS (14).

Tempat kejadian perkara (TKP) tersebut ada di salah satu kontrakan kosong di wilayah Rawabelong, Kemanggisan, Jakarta Barat.

Informasi yang didapat dari ayah korban, Mufti (nama samaran), anak gadisnya menghilang dari rumah sejak 24 Desember 2020), keluarga pun panik.

Kabarnya dari keluarga neneknya yang alamatnya beda kelurahan tapi masih di kecamatan yang sama, bahwa Melati terakhir terlihat pergi bersama satu teman perempuannya bernama Anggrek (nama samaran) umur 13 tahun pula, pamitan ke Stasiun Sudimara.

“Keluarga nenek Melati cerita ke saya, kalau dia nampak anak saya pergi bersama Anggrek ke Stasiun Sudimara,” ungkap Mufti.

Setelah lima hari, Melati dan Anggrek masih belum berhasil ditemukan.

Orang tua korban lalu menelusuri pula pertemanan Facebook anaknya dan memposting photo Melati.

Hingga akhirnya, posting photo di facebook tersebut mendapat respon positif melalu dari seorang pemuda bernama Iwan (samaran).

Iwan kepada keluarga Melati memberitahukan, kalau Melati dan Anggrek berada di kontrakan kosong milik orangtuanya.

“Iwan lah yang ngasih tau kalau anak saya ada disitu,” ucap Mufti.

Secepatnya pada tanggal 28 Desember 2020 larut malam dengan dua kendaraan motor berboncengan, Mufti bersama anak dan menantunya menuju lokasi yang diinformasikan Iwan.

Benar, ternyata Melati dan Anggrek berada di dalam kontrakan kosong (Tkp) dan diketahui ternyata MS masih bertetangga dengan Iwan beserta teman lainnya bernama Adan (samaran)

Pengakuan Melati dan Anggrek pun terungkap, bahwa pada hari pertama setelah berangkat naik KRL dari Sudimara dan tibanya di stasiun Kebayoran dijemput MS, Iwan, dan Adan. “Hari pertama dan kedua itu, tidak tidur cuman keduanya diajak nongkrong- nongkrong aja sama MS, Iwan, dan Adan, di pos dan di basement mall,” tutur Mufti.

Lalu hari ketiga hingga kelima, Melati dan Anggrek, atas permintaan MS kepada Iwan agar tinggal dikontrakan kosong tersebut

“Saat kita sekeluarga sampai dikontrakan kosong itu, hanya ada Anggrek dan Iwan, tapi motornya MS nya ada di kunci stang, dan kita cari keberadaan Adun melalui keterangan Iwan,” tutur Mufti.

Penelusuran internal keluarga pun, mendapati keberadaan Melati sendirian disembunyikan oleh MS disebuah warung yang menyerupai gubuk tidak terpakai dan gelap gulita.

Kemudian dari keterangan Anggrek dan Melati saat di kontrakan kosong ini, MS diduga melarang menghubungi siapapun, meskipun charger handphone, sementara baterainya habis.

“Anak saya mengaku telah mendapat pelecehan seksual sekali secara paksa oleh MS dan itu dibenarkan oleh Anggrek. Dan Anggrek sendiri mengaku tidak diapa-apain,” kata Mufti.

Perkembangan lebih lanjut setelah dua hari kembali ke rumah, Mawar berubah lebih banyak pendiam dan tidak nafsu makan, sementara pada hari ketiga, Mawar mulai berangsur ceria.

“Saat ini, memang saya belum mengajak Mawar periksa ke Bidan maupun ke RS, karena masih bingung, khawatir dengan kondisi kejiwaannya bila diajak ke dokter,” tukasnya (sugeng)

News Feed