oleh

INDONESIA FOKUS KEMBANGKAN ENERGI BARU TERBARUKAN UNTUK TEKAN EMISI GAS BBM FOSIL

Kemenko Perekonomian bekerja sama dengan The Organisation For Economic Co-Operation and Development (OECD) membentuk Program ‘Clean Energy Finance and Investment Mobilisation’ (CEFIM).

Program ini bertujuan memperkuat kondisi pemberdayaan domestik untuk mendorong investasi dan pembiayaan di bidang EBTKE.

“Juga mendukung upaya nasional dalam pembangunan rendah karbon, serta menguatkan kerja sama bilateral dan multilateral,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kemenko Perekonomian Montty Girianna, dalam acara Launching CEFIM Indonesia, di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (8/11).

Sementara itu, Pertamina menyatakan komitmennya untuk bisa mengembangkan energi baru terbarukan. Direktur Keuangan Pertamina, Pahala Manshury menjelaskan salah satu mandat dan tantangan Pertamina kedepan adalah menekan konsumsi energi fosil.

“Kami diberi mandat oleh negara untuk mengelola energi nasional sehingga kebutuhan energi nasional dapat terpenuhi. Dengan konsumsi energi fosil yang terus meningkat dari tahun ke tahun, hal ini menjadi tantangan utama bagi Pertamina,” ujar Pahala, Jumat (8/11).

News Feed