oleh

Innalillahi Turut Duka Cita Keluarga Ketua Kelompok Humas PPATK

Bisnis Metro.id,TANGERANG SELATAN- Innalillahi Wa inna ilaihi Rojiun, Semua yang hidup pasti pulang kepada Allah SWT.

Kemarin pada tanggal 22 September 2020 terjadi kecelakaan lalulintas di Uluwatu Bali, dimana Putera Ke 2 dari M Natsir Kongah (Ketua Kelompok Humas PPATK) bernama Anwar Ibrahim (23) tabrakan dengan menggunakan sepeda motor sekitar pukul 15.40 WITA .

Dari keterangan polisi yang terlampir, korban tak sempat terselamatkan nyawanya sebelum tiba di rumah sakit.

“Saya dikabari oleh teman anak saya, terus saya cek kebenaran informasi itu, dan faktanya memang seperti itu,” ungkap Natsir, usai acara doa tahlil hari pertama, di kediamannya, Komplek Perumahan Puri Bintaro Indah, Kelurahan Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Rabu (23/9/2020) malam.

Natsir bersyukur, kabar sedih tersebut langsung disampaikan kepada rekan Deputi PPATK di Bali yang langsung mendapat respons positif.

“Waka Polda disana langsung meminta kepada Kapolresta Denpasar untuk segera mengurus jenazah anak saya. Dan kemudian juga ada pejabat PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) yang di Bali untuk mengurus administrasinya.

Rasa terimakasih pun dihaturkan Natsir kepada RS Sanglah Denpasar yang cukup responsif.
Karena malam itu (22/9) sudah tidak ada pesawat, kemudian jasad almarhum anaknya, dikirim dari Denpasar ke Jakarta dengan Pesawat Garuda pukul 07.00 Wita keesokan harinya.

“Saya dalam kesempatan ini banyak mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah bersumbangsih bantuannya. Kepada Kepala PPATK, bapak Dian Ediana Rae, terus Deputi bidang Pemberantasan, bapak Ivan Yustiavandana, pejabat-pejabat yang lain, termasuk Ibu Rahmawati, termasuk pejabat di Kantor Bank Indonesia di Bali, yang membantu semua proses yang ada,” sebut Natsir.

Proses pemulangan jasad almarhum, sampai ke rumah duka di PBI berjalan secara baik.

Semua ini tak terlepas dari doa dan bantuan dari seluruh pihak. “Baik kepada Pak RW, DKM Al Ikhlash dan seluruh masyarakat PBI, telah membantu, sehingga semua terlaksana dengan baik,” imbuhnya.

Dari musibah ini, tentu ada hikmah yang diperoleh, dimana umur tentu mutlak ketentuan Allah SWT.

Dipanggil Allah itu, ngga semua muda/tua, sakit atau tidak. Dari sini saya mendapat ibro’ untuk terus dekat dengan Allah, karena usia bukan kita yang tentukan. Kita berusaha semaksimal mungkin, menjalankan dan upaya iktiar selalu, agar hidup kita ini optimal penuh dengan kebaikan.

Semoga Allah memberikan Jalan yang Lapang buat ananda Anwar Ibrahim, dilapangkan jalanNYA, diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, amin.(Sugeng)

News Feed