oleh

Kasau : “Pembangunan Kualitas SDM TNI AU Prioritas Utama”

-TNI Polri-794 views

Bisnis Metro, JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M, menegaskan dalam sambutan tertulis pada upacara peringatan Hari Bakti ke-72 TNI AU yang dibacakan Dirjian Kodiklatau Marsma TNI Paminto, S.Ip, ketika bertindak selaku inspektur upacara di Makodiklatau, Senin (29/7), bahwa pembangunan kualitas sumber daya manusia (sdm) TNI AU harus menjadi prioritas utama.

“ TNI AU tidak boleh lengah dan abai, karena tugas TNI AU tidak semakin ringan, karena harus berhadapan dengan kemajuan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 yang dipenuhi sistem siber-fisik dan ancaman hibrida yang siap menghancurkan bangsa Indonesia dengan berbagai cara”, tegasnya.

Kasau meyakini dengan momen Hari Bakti ke-72 TNI AU yang mengambil tema ”Bakti Pahlawan Udara Menjadi Tonggak Sejarah, Bakti Generasi Penerus Membangun Kejayaan Angkatan Udara”, tersebut, sekarang adalah saat tepat untuk membangun komitmen, bahwa TNI AU mampu mencetak kader-kader prajurit yang berkarakter sama hebatnya dengan para aktor sejarah Hari Bakti TNI AU.

“Hari Berkabung AURI”, yang sejak tahun 1962 diperingati sebagai “Hari Bakti TNI AU” tuturnya, merupakan rangkaian peristiwa yang terjadi ketika tiga pesawat TNI AU mengudara dari landasan pacu Lanud Maguwo dan menyerang garis pertahanan Belanda di tiga kota, yaitu Semarang, Salatiga, dan Ambarawa, pada 29 Juli 1947 pagi..

Ketiga pesawat tersebut dalam catatan sejarah diawaki oleh kadet penerbang Mulyono dengan juru tembak Dulrachman, kadet penerbang Sutardjo Sigit dengan juru tembak Sutardjo, dan kadet penerbang Suharnoko Harbani dengan juru tembak Kaput. Serangan ini menjadi monumental karena menjadi operasi serangan udara pertama dalam sejarah TNI AU, dan serangan ini pula menjadi bukti jiwa patriotisme, cinta tanah air, dan sikap anti kolonialisme dari seluruh personel AU atas Agresi Militer Belanda Pertama.

Namun, imbuh Kasau, beberapa jam pasca serangan tersebut, Belanda ternyata melancarkan serangan balasan dengan mengirim dua pesawat P-40 Kitty Hawk untuk menembak jatuh pesawat Dakota VT-CLA yang sedang membawa bantuan kemanusiaan dari Palang Merah Malaya.

Menurut sejarah, 8 (delapan) orang gugur, termasuk tiga putra terbaik AU, yaitu Komodor Udara Prof. Dr. Abdulrahman Saleh, Komodor Udara Agustinus Adisutjipto, dan Opsir Muda Udara Adi Soemarmo Wiryokusumo.

Serangan tiga kota dan gugurnya para pahlawan udara, adalah sebuah kemenangan sekaligus kehilangan besar bagi TNI AU, karena itu, tambah Kasau. kedua peristiwa tersebut selalu diperingati, karena banyak nilai-nilai moralitas yang wajib diketahui dan diteladani oleh generasi penerus TNI AU.

Sumber: Penkodiklatau

Editor: Yuni

News Feed