oleh

Kejurnas Karate Piala Panglima TNI 2019, Panglima TNI: Olahraga Mengandung Nilai-nilai Kejuangan

-Olah Raga-377 views

Bisnis Metro, JAKARTA – Kejuaraan Nasional (Kejurnas)  Piala Panglima TNI tahun 2019 diikuti sebanyak  1.066 atlet karate  terdiri atas 402 atlet TNI-Polri (334 putra dan 68 putri) dan 664 atlet umum (373 putra dan 291 putri). TNI-Polri menurunkan 33 kontingen, sedangkan perguruan dan Pengprov Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) sebanyak 45 kontingen untuk memperebutkan Piala Panglima TNI Tahun 2019 yang di gelar di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, pada 13 September-16 September 2019.

“Kejurnas ini dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok senior dan kelompok yunior ,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat membuka Kejurnas Karate Piala Panglima TNI VII tahun 2019, di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Event tahunan ini juga sebagai ajang pencarian bibit unggul di tubuh TNI-Polri dan masyarakat umum.

“Saya menyambut gembira sekaligus memberikan dukungan. Ini merupakan program yang tidak hanya mendukung program pembinaan TNI tapi juga program olahraga nasional,” ujar Hadi dalam sambutannya.

Kegiatan tahunan itu diselenggarakan oleh Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI).

Panglima TNI mengatakan, pertandingan olahraga mengandung nilai-nilai kejuangan, disiplin, sportivitas, dan percaya pada kekuatan sendiri.

“Nilai-nilai tersebut dapat membangun kualitas SDM Indonesia yang unggul, serta dibutuhkan dalam pembangunan nasional dan persaingan global,” kata Marsekal Hadi.

Cabang olahraga (Cabor) karate merupakan salah satu dari beberapa Cabor prestasi yang secara rutin dibina oleh Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI) bekerja sama dengan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI).

Bahkan, sejak 2016 Kejurnas karate Piala Panglima TNI telah masuk dalam kalender tahunan event PB FORKI. Itu artinya peluang atlet-atlet terbaik TNI-Polri untuk berlaga di kejuaraan-kejuaraan tingkat regional maupun internasional semakin terbuka lebar.

Disebutkan bahwa kejurnas ini menjadi bagian integral dari sistem pembinaan prestasi atlet TNI-Polri dan atlet umum.

Kejuaraan ini juga merupakan program yang tidak hanya mendukung program pembinaan TNI, tetapi juga program nasional.

“Para karateka kita juga telah membuktikannya dalam berbagai ajang internasional,” ujar Hadi.

Medali yang diperebutkan terdiri atas 2 kategori, yaitu kategori TNI: 30 emas, 30 perak, dan 60 perunggu. Sementara kategori umum (junior, cadet, under 21) memperebutkan 39 emas, 39 perak, dan 78 perunggu.

Ada 2 kategori kelas yang dipertandingkan pada kejuaraan itu. Kategori TNI-Polri mempertandingkan Kata dan Kumite (perorangan dan beregu) untuk kelas senior putra dan kelas senior putri. Sedangkan kategori umum (PB/PP Perguruan dan Pengprov FORKI) kelas junior, cadet, dan under-21 mempertandingkan Kata dan Kumite perorangan untuk putra dan putri.

“Khusus yang kelompok junior nantinya untuk pemenangnya akan kita lanjutkan untuk mengikuti kejuaraan internasional di Chile, sementara untuk kelompok  Senior disiapkan untuk membina atlet karate TNI-Polri nantinya,” tutur Hadi. (Yuni)

News Feed