oleh

Kesbangpol Provinsi Banten Gelar Rapat Pemantauan Tenaga Kerja Asing Tahap Kedua

-Megapolitan-41 views

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Total WNA yang sudah mengajukan mohon ijin tinggal di wilayah Banten sampai Oktober 2019 jumlahnya sekitar 4.445. Sedangkan total keberadaan WNA di Banten ada sekitar 9.005 orang sebagian berasal dari Nigeria, RRC, Bangladesh dan Srilangka.

Hal tersebut diungkap Dodi Karnida H Atmaja, Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Hukum Dan Ham Provimsi Banten, saat Rapat Koordinasi Implementasi Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 Permendagri Nomor 49 Tahun 2010 Tentang Pemantauan Tenaga Kerja Asing tahap 2, yang diselenggarakan Badan Kesbangpol Provinsi Banten, di Aula Kantor Kemenag Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (8/11/2019).

Diawal penyampaian Dodi, bahwa wilayah Tangerang sendiri ada tiga Kantor pelayanan Imigrasi yaitu di Kantor Imigrasi Tangerang, Kantor Pembuatan Paspor BSD dan Gerai Perpanjangan Paspor di Mall Tangcity.

“Kami pihak Imigrasi Kanwil Hukum Dan Ham Provinsi Banten terus bekerja melalui penyusunan program de birokratisasi pelayanan keimigrasian dalam izin tinggal serta pengawasan di seluruh wilayah Provinsi Banten,” sebutnya

Bentuk pengawasan WNA atau TKA di Indonesia adalah tanggung jawab semua aparat. Selain pihak Imigrasi juga dibantu kepolisian, Kejaksaan, TNI, serta pemerintahan daerah. Sebagaimana dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Menteri Hukum dan HAM, imbuhnya.

Pihaknya selalu ketat dalam pengawasan TKA, meski dianggap investasi namub berjalan dengan berbagai syarat yang ada di Banten.

Sementara, Tb Suradi selaku Kabid Organisasi dan Politik Badan Kesbangpol Kota Tangsel, mengatakan bahwa keberadaan TKA ilegal merupakan salah satu persoalan yang terjadi pada banyak negara.

“Dampak positifnya TKA adalah investasi dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta  menyerap tenaga kerja lokal. Sedangkan dampak negatif TKA, tidak semua perusahaan asing mematuhi UU Ketenagakerjaan dan ada perusahaan yang merekrut TKA ilegal asal negaranya tanpa memenuhi persyaratan dan jabatan yang diperbolehkan dalam aturan ketenagakerjaan.

Tambahnya, masih ditemukannya diskriminasi terhadap tenaga kerja lokal untuk memperoleh kesempatan kerja yang dilakukan oleh TKA, sehingga dikhawatirkan akan berakibat terjadinya konflik di masyarakat.

Antisipasi keberadaan orang asing dengan proaktif kepada masyarakat Kota Tangerang Selatan untuk memberikan informasi dan melaporkan kepada aparat terkait adanya TKA ilegal.

Kegiatan pengawasan dini terhadap keberadaan WNA di Banten ini,  hadir pula diantaranya, Tita Rohyati Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Provinsi Banten, Rahmat Salam (Plt.) Kepala Badan Kesbangpol Kota Tangsel, Ahmad Hidayat Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Tangerang dan puluhan orang peserta rapat lainnya.(sugeng)

News Feed