oleh

Ketua Persit KCK Koorcab Divif 1 PG Kostrad Berikan Ucapan Selamat Datang Kepada Siswa Siswi TK Kartika TA 2020-2021

-Pendidikan-213 views

Bisnis Metro,  CILODONG – Ketua Persit KCK Koorcab Divif 1 PG Kostrad Ny. Dra. Ati Herati Agus Rohman bersama Ibu Wakil Ketua Ny. Yovita Marivon Anton Yuliantoro beserta para Pengurus Persit lainnya melakukan kegiatan kunjungan ke TK Kartika IX-7 dalam rangka memberikan ucapan selamat datang kepada Siswa Siswi TK Kartika IX-7 dan mengecek kesiapan pihak sekolah dalam mendidik anak-anak TK dan Paud TK Kartika IX-7 pada tahun ajaran 2020-2021 di tengah Pandemi Covid 19 pada era New Normal, Cilodong, Depok, Senin (13/7/20).

Di masa kini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menegaskan, bahwa keputusan pembukaan kembali sekolah akan ditetapkan berdasarkan pertimbangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. “Metode belajarnya apakah belajar dari rumah atau di sekolah akan berdasarkan pertimbangan Gugus Tugas. Tapi yang pasti, saat ini tidak diperlukan adanya perubahan tahun ajaran maupun tahun akademik,” kata Mendikbud, dalam keterangan resminya, Jumat (29/5). Mendikbud menjelaskan   bahwa kebijakan di banyak negara awal tahun ajaran baru relatif tetap. Namun, yang berbeda saat ini adalah penyesuaian metode belajar dengan kondisi dan status kesehatan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Kemendikbud sudah siap dengan semua skenario. Tapi tentunya keputusan itu ada di dalam Gugus Tugas, bukan Kemendikbud sendiri. Jadi, Kemendikbud yang akan mengeksekusi dan mengkordinasikan,” ujarnya. Adapun mengenai keputusan waktu dan metodenya, lanjutnya, juga dilandaskan pertimbangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. “Karena ini melibatkan faktor kesehatan dan bukan hanya pendidikan, jadi itu masih di Gugus Tugas,” imbuhnya.
Adapun skema pengaturan jam pelajaran diatur oleh sekolah dengan dibagi pershift, dimana satu shiftnya dalam 1 jam. Anak-anak sangat menyambut gembira dalam pelaksanaannya. Bahkan, sebagian besar orang tua murid juga setuju sekolah dibuka kembali karena kemungkinan mereka sudah jenuh belajar dari rumah. Sebagai hasil konfirmasi, data survey Pembelajaran Jarak Jauh KPAI beberapa waktu lalu yang menunjukkan siswa mengalami kejenuhan selama PJJ dan bahkan siswa berpendapat lebih senang belajar di sekolah.

Sumber: Pendif 1

News Feed