oleh

Klarifikasi PT. Harmas Jalesveva Dengan Tegas Bantah Pailit

-Nasional-737 views

Bisnismetro, JAKARTA –PT. Harmas Jalesveva telah melakukan upaya hukum kasasi pada tanggal 15 Juni 2020 ke Pengadilan Niaga setelah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Niaga Jakarta. Pengajuan kasasi ini sekaligus membantah bahwa PT. Harmas Jalesveva dalam keadaan pailit.

PT Harmas Jalesveva, sebagai Pengembang One Bell Park Mall, The Aspen Apartment dan Admiralty Residence (perumahan) yang berlokasi di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan diputuskan Pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Andre Udiyono Nugroho dari Wardhani Law Office selaku kuasa hukum Harmas Jalesveva, dengan tegas membantah. Dasar gugatan Pailitnya Harmas Jalesveva bukan dikarenakan gagal memenuhi janjinya sewaktu perdamaian dalam PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang), namun ada sejumlah unsur lain yang sepertinya dipaksakan.

“Harmas Jalesveva pada medio 2018 dinyatakan dalam keadaan PKPU, karena gugatan Pembeli Unit Apartemen Tower C yang seharusnya sudah selesai tahun 2016, hingga kemudian mengadakan perjanjian damai yang seharusnya tetap dijalankan serta telah disahkan berdasarkan putusan Pengadilan Niaga No: 55/Pdt.Sus-PKU/2018/PN.Niaga.Jkt.Pst tgl 4 Juni 2018,” jelas Andre kepada awak media, di Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Dalam pertemuan itu turut dihadiri Presiden Komisaris PT. Harmas Jalesveva Karna Brata Lesmana, dan Direktur Utama Samuel Maruli, seraya menunjukkan surat bukti dukungan di atas materai dari ratusan penghuni apartement OneBell, saat menggelar konferensi pers tersebut.

Melalui kuasa hukumnya Harmas Jalesveva telah melakukan upaya hukum kasasi pada (15/6) dan telah didaftarkan di Pengadilan Niaga No 25 Kas/Pdt. Sus-Pailit/2020/PN. Niaga.Jkt.Pst Jo No 02/Pdt.Sus-PembatalanPerdamaian/2020PN.Niaga.Jkt.Pst tgl 15 Juni 2020.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kedua pemohon gugatan tersebut, Pertama Ny Agustin Farida memiliki kekurangan bayar unit apartemen yang dibelinya. Kedua Ny Farida Soemawidjaya tidak memiliki legal standing dalam perkara pembatalan perjanjian perdamaian homologasi pada Putusan Pengadilan Niaga No: 55/Pdt.Sus-PKU/2018/PN.Niaga.Jkt.Pst.

Saat ini yang menjadi Kurator Harmas adalah Hansye Yunus, Alamo Laiman, dan Robert Aritonang. Para Kurator belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan namun telah menerbitkan surat pemberitahuan kepada para Kreditur Harmas. (Yuni)

News Feed