oleh

Korban Banjir yang Meninggal di Kota Tangsel dapat Santunan

-Megapolitan-91 views

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Ahli waris korban yang meninggal akibat banjir di Pondok Aren dan Ciputat mendapat santunan dari pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Santunan diberikan Sekretaris Dinas Sosial Sarifudin melalui Camat Pondok Aren Makum Sagita dan Camat Ciputat diwakili Santoso di halaman kantor kecamatan Pondok Aren, Kamis (9/1/2020).

Sekretaris Dinas Sosial Tangsel mengatakan, Sarifudin, “Bencana banjir yang terjadi di Kota Tangsel menyebabkan empat orang meninggal dunia dan sekitar 2.500 orang warga terdampak banjir. Yang meninggal dunia ada empat orang,” ungkapnya

Sarifudin menjelaskan, identitas keempat korban banjir yang meninggal yakni, Sutrisno bin Sumaryo, 14 tahun, warga Jalan Kavling Rawa Bunga RT 05/02, Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, tenggelam.

Lurah Pondok Kacang Barat Zulkarnain, bersama Ahli Waris Sutrisno, Salah satu korban Banjir Yang Tenggelam

Arfan bin Samid, 70 tahun, warga Jalan Puskesmas RT 04/11, Kelurahan/Kecamatan Pondok Aren meninggal dunia akibat kelelahan.

Korban jiwa ketiga atas nama Kasiem binti Ramlan, 60 tahun, warga (kepleset)Jalan Panti Asuhan Kampung Ceger RT 02/02, Jurangmangu Timur, meninggal dunia setelah jatuh terpeleset.

“Terakhir adalah Teguh Taufik, 37 tahun, warha Jalan Gelatik 12, Ciputat Baru, meninggal dunia akibat kesetrum. “Korban kesetrum pas buka kulkas mau cari makanan,” kata Sarifudin.

Dalam kesempatan itu Camat Pondok Aren Makum Sagita membenarkan 3 orang warga yang meninggal dampak dari musibah banjir, “Kami undang ahli warisnya, untuk menerimanya langsung atas nama Pemkot Tangsel melalui Dinsos. Kami hanya menyaksikan,” kata Makum.

Makum menjelaskan, berdasarkan instruksi walikota, masa tanggap darurat bencana banjir akan berakhir sampai 14 Januari mendatang. Surat pernyataan ketetapan, sudah disampaikan kepada kepala kelurahan untuk berikutnya ditindaklanjuti.

“Yang paling utama pasca banjir, tentunya berdampak kepada kesehatan setelah sampah dan lumpurnya sudah bersih. Kami akan lakukan kerja Bhakti massal antisipasi merebaknya demam berdarah,” pungkasnya. (sugeng)

News Feed