oleh

Korban Tabrak Lari Butuh Pertolongan Biaya Operasi, Keluarga Lacak Nopol Mobil Penabrak

-Peristiwa-127 Dilihat

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Bhaskara Mangesthi Waluya (34) warga yang tinggal di Komplek Alvita Ciputat Tangerang Selatan kini harus terbaring lemah dalam perawatan Rumah Sakit Premier Bintaro Pondok Aren.

Hasil rontgen dari RS, bahwa pada bagian tulang selangka nya dinyatakan patah dan harus dioperasi.

Hafizh Alfaritsi pihak keluarga, menjelaskan penyebab luka dalam saudara sepupunya itu akibat dari kecelakaan pada hari Jumat 23 September 2022 lalu sekira pukul 09.00 Wib dengan tempat kejadian perkara Graha Raya Bintaro dekat Pasar Segar tepatnya yang ada jembatan, Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan.

“Ipar saya ditabrak sama pengendara mobill nissan livina, dan sempat mau kabur tetapi ditahan oleh beberapa pedagang bunga disitu, selanjutnya mau mengantar ke RS Premier Bintaro,” ungkap Hafizh, saat menceritakan penyebab sakit saudaranya itu, Senin (26/9/2022).

Korban pada saat di mobil mencetitakan kepada Hafizh, bahwa pengendaranya seorang ibu-ibu bersama seorang penumpang perempuan, sempat menawarkan berobat ke ahli patah tulang di Cileungsi Bogor.

“Saat di mobil, Bhaskara bilang ke saya sempat mau dibawa ke Cileungsi untuk di urut, tapi Bhaskara ngga mau. Nah akhirnya dibawa ke RS Premier (dekat Lottemart)” tutur Hafizh.

kejadian,saat itu korban hendak berangkat kerja dengan mengendarai motor nopol B 4960 SMO dari arah Bintaro mengarah Alam Sutera. Kondisi motor korban mengalami kerusakan beberapa bagian, diantaranya foot step patah, spion kanan kiri tidak simetris, stang rem tangan bengkok, sparkbor depan dan ban menjadi tidak simetris.

Kembali diungkap Hafizh, bahwa kondisi tidak stabil keadaan korban saat kesakitan yang luar biasa itu dimanfaatkan si ibu pengendara mobil bersama temannya. “Sampai di rumah sakit kepada saudara saya itu, si penabrak bilang hanya menolong. Nah pada saat isteri saudara saya itu sampai ke RS, si penabraknya sudah beranjak kabur dari RS,” jelas Hafizh.

Permasalahan yang dialami korban saat ini adalah dalam hal biaya pengobatan yang harus ditanggung keluarga jumlahnya sangat besar.

“Korban harus menjalani tindakan operasi, belum termasuk biaya kamar, kira-kira harus ada duit 80 juta rupiah, ” sebut Hafizh dengan menunjukkan bukti lampiran prakiraan operasi dari RS di bilangan Sekt 7 Bintaro Jaya.

Tak tinggal diam dengan kondisi saudaranya, Hafizh pun melacak keberadaan nopol mobil yang dianggap tidak kooperatif itu.

“Kemarin saya temuin pihak RS, dan ditunjukkan rekaman CCTVnya bahwa jenis mobil Nissan Livina B 2210 JA, Tolonglah dia, agar bertanggungjawab dengan biaya yang tidak sedikit itu,” pungkasnya sembari berpesan moral kepada pengendara yang diduga menabrak saudaranya.(sg)