oleh

Lanud Halim Perdanakusuma Peringati Hari Bela Negara Ke-71

-TNI Polri-594 views

Bisnis Metro, JAKARTA – Peringatan Hari Bela Negara Ke-71, Lanud Halim Perdanakusuma menggelar upacara dengan inspektur upacara Komandan Wing Udara 1 Kolonel Pnb Ali Gusman, S.E., M.M.

Upacara dimulai pukul 07.00 WIB, diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, kemudian dilanjutkan mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, dan pembacaan Ikrar Bela Negara, serta pembacaan amanat bela negara dari Presiden RI Joko Widodo oleh inspektur upacara.

“Berbagai wujud bela negara telah susul-menyusul silih berganti, dalam membela kelangsungan hidup bangsa dan negara, guna menunjukkan kepada dunia bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap dan akan terus eksis untuk selama-lamanya”, kata Danwing Udara 1 saat membacakan amanat Presiden RI Joko Widodo di Appron Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (19/12/2019).

“Dewasa ini, kita sama-sama cermati bahwa tantangan yang dihadapi bangsa dan negara kita, semakin hari semakin berat dan beragam bentuknya”, lanjutnya.

“Perang modern bukan sekedar perang militer, melainkan peperangan yang menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat. Dengan demikian, tidak hanya militer yang berperan membangun ketahanan Indonesia, tapi juga menuntut peran seluruh komponen bangsa demi kelangsungan hidup dan keutuhan NKRI”, tambahnya.

Dalam amanatnya, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan keberagaman ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, hanya bisa dihadapi dengan keberagaman keahlian yang saling terkait dan mengisi.

“Tekad kita untuk mewujudkan SDM Unggul demi kemajuan Indonesia adalah prasyarat utama untuk mengisi kemerdekaan sebagai modal dasar pembangunan kita di segala bidang. Kemerdekaan ini jualah yang menjadi pedoman bagi kita semua untuk melaksanakan bela negara”, jelasnya.

Selanjutnya dikatakan, Pancasila adalah visi final bangsa dan negara Indonesia yang menghendaki pembangunan manusia paripurna.

Dijelaskannya, manusia paripurna tidak hanya memiliki kapasitas dan keterampilan yang tinggi untuk pemenuhan kebutuhan sendiri dan golongannya. Manusia paripurna mensyukuri berkah kebhinnekaan dan mensinergikan beragam kekuatan, siap menghadapi interaksi dan persaingan global yang semakin kompetitif, serta menginsyafi dirinya semata sebagai mahluk Tuhan YME. Inilah landasan prioritas bela negara untuk pembangunan SDM Unggul yang diarahkan kepada perwujudan Manusia Indonesia Paripurna berdasarkan Pancasila.

“Aksi Nasional Bela Negara juga melengkapi keahlian SDM kita dengan pengamalan nilai-nilai bela negara yang meliputi cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan dan keyakinan kepada Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara, serta kemampuan awal bela negara dan semangat untuk mewujudkan negara yang berdaulat, adil dan makmur”, lanjutnya.

“Dalam aktualisasinya, bela negara harus disesuaikan dengan kondisi kekinian yang dihadapi oleh masyarakat secara umum serta dilandasi sinergi semua pemangku kepentingan sehingga terwujud kekuatan yang besar untuk mencapai tujuan yang besar pula. Dengan demikian, bela negara bukan hanya menjadi alat untuk menghadapi ancaman yang bersifat potensial maupun aktual, namun juga menjadi alat pencapaian tujuan nasional bangsa dalam jangka panjang yang memerlukan kerja keras serta sinergi bersama secara terus menerus”, pungkasnya.

Upacara peringatan Hari Bela Negara Ke-71 di Lanud Halim Perdanakusuma, diikuti oleh seluruh anggota Lanud Halim Perdanakusuma, baik militer mapun PNS.

Sumber: PenHlm

News Feed