oleh

Live Music Di Dalam Restoran Surabi Teras Ciputat Dipaksa Vacuum, Pemilik : Padahal Sudah Protokol Kesehatan

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Pemerintah Kota Tangerang Selatan diminta ketegasannya dengan dasar surat edaran minimal salah satu OPD Dinas terkait( Pariwisata) sebagai bukti spesifik aturan tentang penyelenggaraan kegiatan live music pada jenis usaha restoran/ tempat makan atau kafe.

Hal tersebut diungkap Dwi Priyanto (43)  pemilik restoran Surabi Teras Ciputat, yang mengaku omsetnya turun hingga 30 persen per hari, setelah beberapa hari ini sementara terpaksa mem-vacuumkan Live musicnya akibat dari instruksi dari satu pihak.

“Saat ini Live music di Surabi Teras sedang di vacumkan semua, karena ada instruksi pihak tertentu. Kita juga sambil menunggu dari pihak tersebut untuk buka kembali, tapi tolong kami diberikan bukti tertulis hitam diatas putih, surat atau Perda nya seperti apa,” ucap Dwi, dilokasi Surabi Teras Ciputat, Jalan Ir.H Djuanda, Gintung Cirendeu, Ciputat Timur, Jumat (2/10/2020)

Sebagai pelaku usaha, dirinya berharap bahwa satu kesatuan dari fasilitas disini, baik dengan musiknya sebagai hiburan saat pengunjung datang menikmati makanan. “Musik nya hanya menghibur, supaya mereka aman nyaman saja, dan bukan jenis konser yang besar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dwi menyatakan, bahwa selama tahap yang kesekian kali PSBB Kota Tangsel, dalam hal penegakan disiplin protokol kesehatan Covid 19 sudah diterapkan.

Diantaranya pengunjung yang datang harus cuci tangan, hand sanitazer, cek suhu. Lalu ada tanda silang pada bangku, kemudian kapasitas pengunjung saat ini dibatasi 50 persen

Sebelum Live music vacuum, seruan dan himbauan diatas panggung diumumkan setiap saat, agar tetap jaga jarak.

“Itu semua sudah kita jalankan dengan baik,” imbuh Dwi.

Dalam keterangan sementara, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Tangsel, Sapta Mulyana, mengaku belum tahu lokasi Surabi Teras Ciputat.
“Berkaitan Live Music di dalam restoran yang tujuannya hanya dinikmati bagi para pengunjung, dengan kapasitasnya hanya 50 persen, sebenarnya ini cukup dimaklumi,” ujarnya via telepon.

Seperti diketahui, Walikota Airin Rachmi Diany, saat menerima kunjungan Wahidin Halim Gubernur Banten dalam acara Bulan Pemuda di area Puspemkot, menjelaskan kepada wartawan, bahwa anakala orang datang ke Tangsel yang ingin menghabiskan uangnya (kuliner), mereka tetap harus ikut protokol yang ada.
“Orang mau datang silahkan saja, tapi kita juga ada PSBB, ya ikuti protokol kesehatan,” katanya. (sugeng)

News Feed