oleh

Menhan: IIDSS Adalah Forum Penting Untuk Mencari Kesamaan Pandangan Hadapi Tantangan Dalam Perkuat Stabilitas Kemanan Kawasan

Bisnis Metro, JAKARTA – Universitas Pertahanan (Unhan) kembali menggelar Seminar lntemasional Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS) 2019 dengan Tema “Enhancing Defense Cooperation to Deal with Terrorism, Cyber Threats and Natural Disaster”. seminar IIDSS berlangsung selama dua hari, pada Senin dan Selasa (8-9/7), yang hari pertama dilaksanakan di Hotel Borobudur, Jakarta dan hari kedua, yaitu Seminar Call For Paper di Kampus Bela Negara Unhan, Kawasan IPSC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, (8/7)

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu resmi membuka seminar Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS) 2018 dan sekaligus menjadi keynote speaker didampingi Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Letjen TNI Dr. Tri Legionosuko, S.|P., MAP. Selain itu, seminar ini mengundang para pakar pertahanan sebagai pembicara dari Eropa, Amerika dan Asia.

Menhan RI dalam sambutannya menyampaikan, seminar kali ini akan mempertemukan berbagai kalangan akademisi serta praktisi yang profesional dibidangnya, sehingga diharapkan akan tersampaikan informasi ter-up date terkait tema seminar dan akan memunculkan ide-ide konstruktif yang dibangun atas dasar kejujuran akademis.

“Universitas dan lembaga pendidikan tinggi pertahanan selain sebagai media kajian dan penelitian, eksistensi perguruan tinggi juga, merupakan acuan pemerintah dalam mencari solusi terkait isu pertahanan serta dapat mendorong upaya untuk mempererat hubungan bilateral satu negara dengan negara Iainnya,” terang Ryamizard Ryacudu.

Forum IIDSS lanjutnya, adalah forum pertemuan yang sangat penting untuk memperkuat komunikasi yang produktif dan dialog interaktif untuk secara bersama – sama mencari kesamaan pandangan didalam menghadapi persoalan tantangan kita bersama, yang pada gilirannya dapat menganggu stabilitas dan keamanan kawasan.

“Saya memandang IIDSS ini adalah forum penting menjalin komunikasi antar negara kawasan untuk mencari kesamaan pandangan menghadapi tantangan stabilitas keamanan”, tutur Menhan.

Menhan juga menerangkan beberapa ancaman serius yang harus diwaspadai. Dan dalam penilaiannya ada tiga ancaman.

“Ada tiga ancaman di kawasan ini antara lain : Ancaman tidak nyata, Ancaman nyata narkoba, terorisme, wabah penyakit, bencana alam dan lainnya dan Ancaman mind set, ideologi”, urai Menhan disela acara IIDSS.

Sesuai dengan tema IIDSS 2019, yaitu meningkatkan kerjasama pertahanan dalam menghadapi ancaman terorisme, siber dan bencana alam. kebijakan pertahanan Indonesia sudah jelas yakni diarahkan untuk membangun pertahanan yang tangguh guna menangkal berbagai ancaman dan memiliki posisi tawar dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pembangunan pertahanan dilakukan secara terpadu baik dari sisi militer maupun non-militer melalui kebijakan sistem pertahanan negara yang menjadi faktor penting dalam mendukung stabilitas keamanan dalam negeri dan kawasan melalui penguatan kerja sama pertahanan yang terintegrasi diantara Kementerian, lembaga dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sementara Rektor Unhan Letjen TNI Dr. Tri Legionosuko, S.IP., MAP. menegaskan bahwa seminar ini nantinya akan memberikan konsep konsep baru tentang permasalahan kawasan seperti terorisme, bencana alam dan sebagainya.

“Kita berharap ada perbaikan konsep ide ide baru tentang penanggulanan aksi aksi teroris dan bencana alam, terlebih negara kita rawan terhadap bencana”, jelas Rektor.

Ia melanjutkan, perubahan konsep konsep itu nantinya akan diramu, sehingga dapat memperkuat decision maker, mendukung stabilitas keamanan kawasan.

Seminar dilaksanakan menjadi dua sesi, dimana sesi pertama mengangkat tema “New Conceptions and Strategies in Countering Terrorism and Cyber Threats, dimoderatori oleh VADM (Ret) Dr. Desi Albert Mamahuit, M Sc, dengan pembicara Joao Miguel de Almeida Madaleno, The European Security and Defense College (ESDC) and EuropeanExternal Action Service (EEAS) dengan topik Shifting Internasional Politics and Future Global War on Terror European Union Policy on Counterterrorism, Cyber and Hybrid Threats.

Prof. Jim Q. Chen, Ph.D dari The College of Information and Cyberspace at the National Defense University ini Washington, D.C, US dengan topik Managing Defense Capacity in Countering dan Dr. Cho Hong – Je dari Korea National Defense University (NDU), serta Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian.

Sementara itu, pada sesi kedua mengangkat tema “New Ideas and Efforts in Humanitarian Assistance and Disaster Relief” yang menghadirkan para pembicara diantaranya LTG Mitsuru Nodomi Vice President dari National Defense Academy of Japan, Dr. Indrajit Pal dari Asian Institute of Technology, Thailand, dan Tiziana Bonapace dari United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN ESCAP) serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo.

Seminar yang dihadiri para pakar akademisi  pertahanan 14 negara dari Eropa. Amerika dan Asia ini juga akan dihadiri para duta besar dan atase pertahanan yang ada di Jakarta. Begitu juga lembaga-lembaga internasional, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), think tank dan para pengamat militer, serta akan menjadi ajang bagi para pejabat TNI dari Kemhan, Mabes TNI, ketiga Mabes Angkatan dan Mabes Polri untuk berdiskusi dengan para pakar. Sejumlah perwakilan dari perguruan tinggi terkemuka dari dalam dan luar negeri dijadwalkan ikut hadir.

Malam hari seteIah pelaksanaan hari pertama, akan diselenggarakan gala diner untuk mempererat hubungan antara pembicara, partisipan dan seluruh pihak yang mendukung terlaksananya IIDSS tahun 2019.

Pada hari kedua pada 9 Juli 2019 dilaksanakan seminar Call For Paper. Dalam kegiatan tersebut akan dipresentasikan 160 artikel dari dalam negeri maupun luar negeri tentang terorisme, bencana dan cyber.

Paper yang lolos dan memenuhi persyaratan sebanyak 160 peserta dari dalam dan luar negeri, dimana Paper Peserta yang lolos pada babak presentasi dan terpilih selanjutnya, akan dipublikasikan di Prosiding ber ISSN dipublisher terindeks Scopus, prosiding ber ISBN dan di Jurnal Unhan.

Seminar internasional ini juga dihadiri para duta besar dan atase pertahanan yang ada di Jakarta. Begltu juga lembaga-lembaga internasional, LSM, think thank dan para pengamat militer

Penulis/editor: Yuni

News Feed