oleh

Ormas Tangsel Memang Keren, Gelar Santunan 1 Muharram 1442 dan Pengajian

Bisnis Metro.ud,TANGERANG SELATAN- Sebagai wujud implementasi Apel Kebangsaan yang diselenggarakan sebulan lalu di Lapangan Kecamatan Pamulang, kali ini Lintas Organisasi Massa (Ormas) di Kota Tangerang Selatan menggelar kegiatan sosial dengan santunan anak yatim dan pengajian akbar peringatan 1 Muharram 1442 H “Parigi Bersholawat bersama Majelis Al Madad pimpinan Habib Luthfi Al Hadad”.

Diprakarsai Ormas Laskar Tangerang Selatan (LTS), acara kali ini dipadati oleh ratusan jamaah dengan lokasi di sebuah tanah kosong di Jalan Raya Jombang Gang Haji Sarma Kelurahan Parigi Lama, Kecamatan Pondok Aren, tadi malam (18/9/2020).

Dalam sambutannya diatas panggung, Tb Chaerudin, Ketua Umum ormas LTS mengatakan bahwa pada intinya acara ini sebagai bentuk bakti dan kesosialan untuk masyarakat. “Semoga kedepan ini terus kita gema kan,” ujarnya, sembari diaminkan oleh semua yang hadir.

Lalu sambutan Muhamad Reza Ao, pendiri ormas ini, pun mengatakan bahwa Peringatan 1 Muharram 1442 H pada malam ini, acara majelis taklim LTS yang paling meriah sepanjang perjalanan berdirinya LTS. “Semoga LTS betul- betul sebagai jajaran yang mampu mempersatukan unsur elemen yang ada di kota ini dan menjadi serta mampu mengawal program pemkot.

Dia menambahkan, LTS sebagai wadah pemersatu ormas yang sifatnya multi system dan tepat guna. “Contohnya seperti ini, dengan Dukung Ulama, Kawal Ulama, Jaga dan Bela Ulama,” imbuh M Reza Ao.

Atribut ormas yang biasanya mungkin dianggap sangar bila ada peristiwa keributan sesama antar ormas, pada kali ini patut mendapat tanggapan positif bersama.

Selain LTS, ada Pemuda Pancasila, FBR, Forkabi, LMP, 234 SC, dan sebagainya itu, merupakan fakta suasana pemandangan haru biru hadir berkumpul menjadi satu.

“Sudah ngga jamannya, ormas berebut pengkondisian, ceker cekeran di lapangan,” seru Ustadz Ayatullah Khumaini, penceramah pada kegiatan ini saat di panggung.

Ustadz yang selama ini menjadi Ketua Majelis Rempug FBR se Jabodetabek, menegaskan bahwa sebelum adanya ormas maupun okp, semuanya juga satu saudara dan sahabat “Oleh karena itu walau beda ormas dan atribut, Kota kita Tangsel ini harus wajib dijaga situasi dan kondusifitas keamanannya,” cetusnya.

Bila mana ada kejadian keributan antar ormas, merupakan ulah anggota yang tidak paham dengan berorganisasi. “Dia hanya mengedepankan ego, dan ngerasa temennya banyak, ormasnya paling hebat, padahal hakekat berorganisasi adalah bergandengan bersama-sama di lapangan. Lalu kalau kita terus benturan di lapangan, kapan kita menjadi Juragan di kampung kita,” tutur Ayat.

Dia mendorong, obor yang menyala ini jangan sampai padam. “Sebagai momentum ini terus kita satukan visi dan misi sebagai putra daerah kedepannya menjadi Tuan Rumah daerah,” imbuhnya.

News Feed