oleh

Panglima TNI Resmi Buka Acara Gelar Kebyar Karya Pertiwi 2019

Bisnis Metro, JAKARTA — Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto resmi membuka acara Gelar Gebyar Karya Pertiwi 2019 dan Military Attache Spouses Culture dalam rangka memperingati HUT TNI ke-74 yang diselenggarakan di Balai Sudirman, Jakarta, yang digelar selama tiga hari, sejak Rabu (13/11) hingga Jumat (15/11).

Panglima TNI mengatakan, Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture tahun 2019 ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya.

“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi, khususnya kepada Ketua Umum Dharma Pertiwi beserta jajarannya, yang telah menginisiasi kegiatan ini sebagi bagian dari rangkaian HUT Ke-74 TNI tahun 2019,” kata Marsekal Hadi.

Gebyar Karya Pertiwi 2019 mengangkat tema “Peningkatan Usaha Mandiri Untuk Menunjang Ekonomi Kreatif dan Menambah Pendapatan Keluarga” dengan sub tema “Kreasi Kerajinan Sarung Tanah Air” yang akan menampilkan sarung-sarung unggulan daerah seluruh Indonesia.

Hadi menekankan bahwa kreatifitas ekonomi di era revolusi industri 4.0 sangat menentukan Indonesia dalam mengambil manfaat dari perkembangan teknologi yang ada.

Teknologi komunikasi, misalnya, memungkinkan manusia menjangkau dunia dengan mudah dan membuka peluang yang begitu besar.

“Bila kita dapat memanfaatkannya untuk kegiatan positif maka paradoks disrupsi teknologi dapat kita minimalisir,” ujarnya.

Hadi menuturkan Indonesia adalah negeri yang sangat indah dan kaya akan keberagaman budaya. Dia mengaku selalu kagum ketika menyaksikan penampilan budaya di setiap kunjungan kerja ke daerah.

“Masih banyak daerah yang belum sempat saya kunjungi, yang tentu memiliki keunikannya tersendiri,” ujarnya.

Konsep GKP kali ini yaitu perpaduan bazar produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkualitas dengan penampilan kegiatan pertunjukan seni dan budaya Indonesia dan mancanegara serta workshop bertemakan pemasaran produk unggulan berbasis digital. Semua dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi pelaku usaha dan bidang kesejahteraan.

Secara umum sedikitnya ada tiga kegiatan yang dilaksanakan dalam Military Attache Spouses Culture 2019. Diantaranya Bazar produk yang menampilkan 198 stan produk kreatif & berkualitas yang telah terkurasi, dan berasal dari subsektor fashion, kuliner & kriya dari Perwakilan Dharma Pertiwi seluruh tanah air, serta 20 Atase Pertahanan Negara sahabat (Tiongkok, Mexico, Pakistan, Polandia, Korea Selatan, Thailand, Singapura, Brunei, Malaysia, PNG, Rusia, Filipina, Vietnam, Australia, Brazil, Kanada, Jepang, Selandia Baru, Spanyol, Inggris), dan masyarakat umum.

Kemudian juga ada pertunjukan seni budaya yang menghadirkan pertunjukan seni dan budaya dengan tema nusantara yang melibatkan berbagai perwakilan Atase Militer Negara sahabat. Selanjutnya pada hari ketiga juga akan dilaksanakan Lomba memasak nasi goreng bagi Atase Pertahanan negara-negara sahabat.

Panglima TNI menjelaskan, kegiatan yang sudah menjadi agenda tahunan itu bertujuan memperkenalkan dan melestarikan keanekaragaman kerajinan budaya. Khususnya sarung khas Indonesia dengan beragam bentuk dan corak serta bidang usaha antara lain dari sub sektor ekonomi kreatif antara lain bidang usaha kuliner, kerajinan tangan, kriya, dan sebagainya.

“Melalui kegiatan Gebyar Karya Pertiwi yang ke-2 ini diharapkan lebih memantapkan motivasi dan kreativitas kewirausahaan di kalangan masyarakat pada umumnya dan keluarga prajurit TNI,” ucap Panglima TNI.

Hadi lalu mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh peserta serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Dia berharap semua pihak dapat berkontribusi memperkuat ketahanan ekonomi dan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia. (Yuni)

News Feed