oleh

Pemkot Tangerang Selatan Sangat Serius Menerima Program tim SITI

-Megapolitan-105 views

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Sekretariat Daerah Kota Tangerang Selatan melalui ASISTEN TATA PEMERINTAHAN (Asda I), Dr. H. Rahmat Salam, M.Si., mengapresiasi Tim SITI (Sistem Deteksi Dini Pencegahan dan Penanganan Paham Radikalisme Terorisme).

Dia juga mensuport untuk SITI agar terus berjalan, bahkan berharap nantinya ada Peraturan Daerah (Perda) terkait sistem deteksi dan penanganan dini.

“Teruskan langkah-langkah befikutnya apa yang dilakukan, dan saya menduga, ini butuh Perda,” ungkap Rahmat Salam, saat rapat koordinasi dengan SITI secara Video Conference (Aplikasi Zoom), kemarin (20/1/2021).

Koordinasi ini dalam rangka untuk meningkatkan daya tahan dan daya tangkal masyarakat terhadap bahaya gerakan paham radikal terorisme di Kota
Tangerang Selatan.

Koordinasi ini dalam rangka untuk meningkatkan daya tahan dan daya tangkal masyarakat terhadap bahaya gerakan paham radikal terorisme di Kota
Tangerang Selatan.

Forum ini juga membahas pengembangan kebijakan daerah bagi
pelembagaan, replikasi dan peningkatan
efektivitas sistem deteksi dan penanganan dini radikal terorisme di Kota Tangerang Selatan.

“Tim SITI ini keniscayaan yang memang harus ada dan oleh karena itu Kota Tangerang Selatan sangat serius, untuk menerima program ini,” imbuh Rahmat Salam.

Sebelumnya, diawal acara Mega Priyanti pendamping Tim SITI Kota Tangerang Selatan (yayasan EMPATIKU) menyampaikan perkembangan SITI dan capaian tim SITI dan apa yang dibutuhkan atau rekomendasi kedepan, terutama terkait payung hukum untuk keberlangsungan SITI.

Bahwa Sistem Deteksi dan Penanganan Dini (SITI) Ekstremisme
Kekerasan merupakan program yang didesain untuk membangun sistem deteksi dan penanganan dini berbasis
Kelurahan/desa untuk memitigasi dan mencegah berkembangnya ekstremisme kekerasan.

Programnya diantaranya adalah membangun empati masyarakat bagi pencegahan dan penanganan Radikal terorisme di Indonesia melalui
peningkatan daya tahan dan daya tangkal masyarakat terhadap bahaya gerakan radikal terorisme.

Kemudian juga meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan tanda-tanda peringatan dini ekstremisme kekerasan. Lalu juga meningkatkan kohesi sosial di komunitas masyarakat.

“Ini semua telah berjalan dan telah diaplikasikan di 16 desa/kelurahan di regional Provinsi Jawa
Barat, (Bandung dan kabupaten Cirebon) Jawa Tengah (Kota
Solo dan Kabupaten Sukoharjo) Jawa Timur (Surabaya dan
Kabupaten Jember), dan Provinsi Banten (di 4 kelurahan antara lain Jombang, Benda Baru, Pondok Kacang Timur, Muncul, se Kota Tangerang Selatan),” papar Mega.

Dalam kesempatan forum ini pun kemudian secara bergilir perwakilan para Tim SITi Kota Tangerang Selatan menyampaikan presentasi sesuai kondisi wilayah kelurahan masing-masing.

Hadir pula dalam undangan, Mira Kusumarini selaku Direktur EMPATIKU yang menjabarkan dari sisi Undang-Undang dan kebijakan. Serta Musa Abdullah Ketia Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat yang di SK kan legalitasnya oleh Walikota Tangerang Selatan melalui Badan Kesbangpol. (sugeng)

News Feed