oleh

Pengadaan Mobil Baru Menteri Guna Efisiensi Biaya Maintenance Mobil yang Berumur

Pemerintah sudah melakukan pengadaan kendaraan dinas bagi menteri negara/pejabat setingkat menteri. Adapun pemenang tender tersebut adalah PT Astra International Tbk (ASII). Pengadaan dilakukan dengan berbagai pertimbangan.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan, pengadaan ini dilakukan karena kondisi kendaraan dinas presiden, wapres dan menteri sudah tidak layak.

“Kan mobil dinas bapak presiden sudah melebihi waktunya dan mobil itu adalah mobil khusus, contohnya anti peluru dan lain-lain. Dan elektroniknya itu ada umurnya, jadi ada umur 10 tahun ya sudah. Kalau sudah 10 tahun mungkin juga kalau diperbaiki sulit,” kata Heru di Kantor Kemendagri, Jakarta

Kementerian Sekretariat Negara menjelaskan pengadaan kendaraan dinas baru bagi menteri karena usia kendaraan sudah 10 tahun. Sedangkan untuk pengadaan mobil dinas baru terakhir kali dilakukan pada 2005 dan 2009.

“Kendaraan dinas yang VVIP Kepresidenan dan para menteri, pejabat setingkat menteri, pimpinan lembaga negara, mantan presiden, dan mantan wakil presiden, mayoritas telah berusia lebih dari 10 tahun. Sebagian besar saat ini kondisinya sering mengalami kerusakan dan tidak efisien, serta tidak layak untuk dipergunakan bagi pejabat negara,” ujar Asisten Deputi Humas Kemensetneg, Eddy Cahyono Sugiarto, sebagaimana dikutip dari situs Setkab, Jumat (23/8).

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai mobil dinas untuk menteri dan pejabat negara sudah saatnya diganti karena sudah berusia 10 tahun. Menurut Fadli, pengadaan mobil menteri sudah melalui berbagai pertimbangan.

“Ya kalau itu pertimbangannya sebagai mobil yang dipakai sekarang ini sudah terlalu lama dan mungkin maintenance-nya justru memakan biaya, saya kira itu pasti ada pertimbangan-pertimbangannya lah,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta

News Feed