oleh

PENGANUGERAHAN PAHLAWAN NASIONAL ADALAH KEPUTUSAN TEPAT PRESIDEN JOKOWI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan enam gelar pahlawan nasional. Kegiatan rutin menjelang hari pahlawan itu berlangsung khidmat. Tokoh pahlawan nasional yang mendapat gelar juga tersebar dari penjuru tanah air.

Keenam tokoh yang mendapatkan gelar pahlawan nasional adalah Almarhumah Ruhana Kuddus dari Provinsi Sumatera Barat. Kemudian Almarhum Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yii Ko) (Sulawesi Tenggara) dan Almarhum Prod Dr M. Sardjito (Jogjakarta).

Gelar pahlawan nasional berikutnya untuk Almarhum Prof KH Abdul Kahar Mudzakkir (Jogjakarta), Almarhum A.A. Maramis (Sulawesi Utara), dan Almarhum KH Masjkur (Jawa Timur).

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera menyambut baik keputusan Presiden Jokowi memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir. Pemberian gelar pahlawan ini dinilai tepat sebagai wujud penghormatan dan penghargaan resmi Negara atas peran dan jasa Kahar Mudzakkir dalam mempersiapkan proses kemerdekaan dan juga pengembangan pendidikan di Indonesia.

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR-RI, Mulyanto menyebut pemberian gelar Pahlawan Nasional bagi almarhum Kahar Mudzakkir sangat tepat karena mempunyai makna penting serta berarti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemberian gelar pahlawan ini menunjukan pengakuan Negara atas peran aktif tokoh-tokoh pergerakan Islam dalam mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Busyro Muqoddas mengapresiasi penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada dua eks Rektor UII Prof Abdul Kahar Mudzakkir (periode 1945-1960) dan Prof M Sardjito (1964-1970).

News Feed