oleh

Perwal Tentang Jam Operasional Truk di Tangsel Menghangat Saat Diskusi Hukum Yang DiSelenggarakan Permahi

-Megapolitan-762 views

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Janganlah hukum peraturan yang dibawah, bertentangan dengan peraturan yang diatasnya.

Begitu diungkapkan Asisten Daerah 1 Pemerintah Kota Tangerang Selatan Rahmat Salam saat kegiatan Diskusi Publik dengan tema “Simplifikasi dan Reformasi Hukum Lokal Guna Mewujudkan Keselarasan Dengan Hukum Nasional” yang diselenggarakan DPC Permahi Tangerang Raya, di RM Bupe Serpong Kota Tangerang Selatan, Sabtu (14/12/2019).

Sebagai pembicara pidato pertama yang mewakili Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, disampaikan Rahmat Salam kemudian mengembangkannya bahwa kebetulan Asisten Daerah (Asda) 1 itu adalah Ketua Pembahasan Asistensi Pra Perda bersama dengan Tim Bapem Perda dari Legislatif. Bapem Perda itu mengusulkan dari sekian usulan Tim Eksekutif yang kemudian diramu.

“Lalu dari sekian usulan itu kemarin ada hampir 20 usulan yang kita pres lagi tinggal 12 usulan, tapi Permahi keberatan, kenapa musti banyak usulan itu sampai 12 jumlahnya,” ujarnya.

Rahmat Salam juga memberi aplaus dan apresiasi kepada Permahi yang tak pernah berhenti berkarya, terus bergerak maju dan memperbaiki situasi yang dalam keadaaan tertatih-tatih ini

“Yang terakhir terjadi kasus yang dijembatani mahasiswa UIN dan Permahi bagaimana korban yang kecelakaan pemotor mahasiswi UIN dengan Truk di Graha Raya Bintaro. Karena ada Permahi itu, kita memperbaiki Perwal yang ada dan mengubah seketika Perwal itu.

Yang jelas Permahi akan terus tumbuh dan berkembang seperti filosofi Tangsel yang saat ini didengungkan Tangguh Bertumbuh.

Apapun yang dilahirkan dalam diskusi ini perlu dihargai dan modal kita. “Karena mungkin banyak betul regulasi saat ini yang harus kita pangkas dengan menyesuaikan keadaan dan kondisi yang diminta oleh Presiden kita bahwa jika ada suatu regulasi yang bergandengan musti kita satukan saja menjadi satu kesatuan yang bisa kita revisi, perlu kerja keras kita di tahun 2020-2021 ini untuk meninjau ulang,” kata Rahmat Salam.

Dalam kesempatan yang sama, penyampaian narasumber dari Anggota DPRD Kota Tangsel Fraksi PSI Aji Kristi BromoKusumo, bahwa salah satu contoh adanya Perwal tentang Pembatasan Jam Operasional Truk.

Sebagai komisi 4, Aji menyatakan bahwa Perwal tersebut bagus namun pada korator dengan Dishub kami menanyakan bagaimana penindakan aparat terkait jika terjadi pelanggaran dijalan.

“Dishub mengatakan kami hanya bisa menindak atau peringatan sanksi administratif, kami tidak bisa menilang atau mengambil tindakan hukum karena itu ranah kepolisian atau yudikatif.

Bagi saya ini lebih penting implementasi di lapangan dari UU Lalin Nasional kemudian diturunkan ke Perda dan lebih ke Perwal tapi kenyataannya terganjal oleh UU, bahwa Dishub tidak boleh menindak. Jadi apa fungsinya tadi Perwal tentang Jam Pembatasan Jam Operasional Truk

“Mereka bebas melenggang berlalu lintas, bahkan baru-baru ini seorang Gepeng tertiban truk pasir karena over load. Hal-hal yang begini yang perlu ditelisik lebih jauh. Kalau harmonisasi saya rasa bagian hukum menkumham segala macam sudah jauh lebih lihai daripada didaerah, tapi bagaimana pelaksanaannya.

Meski telat hadir, Permahi mengundang narasumber Anggota DPR RI M Ali Taher Parasong, sebagian mengatakan bahwa arah pembangunan hukum sekarang ini sudah menjadi politik.

“Apa yang dibicarakan teman-teman tadi adalah bagian dari cara kita untuk melakukan konsep hukum di dalam pemerintahan, akan tetapi tidak cukup kalau kita tidak bicara soal aspek hukum itu sendiri kenapa demikian karena itu adalah treatment dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Ali Taher.

Sekarang ini katanya, yang paling lemah dinegara kita adalah budaya hukum kita, dan yang paling lemah lagi adalah pembangunan sumber daya manusia. Daya pikir dan daya kembang anak akan terlambat di dalam pembangunan secara keseluruhan, itu artinya Apa yang dimaksud dengan sumber daya manusia hukum itu tidak ada dan tidak terbawa ke dalam kehidupannya sehari hari. Oleh karena itu saya berharap kepada adik-adik yang sudah tergabung dalam Permahi agar terus tumbuh berkembang dalam pola pikir dan kemampuan dalam ilmu pengetahuan,” pungkas Ali Taher.

Hadir para pakar pembicara lain diantaranya, Anggota DPRD Kota Tangerang Syaiful Milah, Anggota DPRD Provinsi Banten Ade Awaludin, Pakar HTN dan Hukum Administrasi Pemda Bachtiar Baetal, Pakar HTN dan Hukum Administrasi Pemerintah Ibnu Sina, Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rosyid, Ketua Permahi Tangerang Raya Atari, dan semua pengurusnya juga anggota dari berbagai luar kota memenuhi sudut tempat diskusi ini. (Sugeng)

News Feed