oleh

Polres Tangsel Gulung Sindikat Polisi Gadungan Pakai Innova Hitam Rotator Biru Plat Dinas 1512-01

-Megapolitan-329 views

Bisnis Metro.id,TANGERANG SELATAN- Polisi Tangsel berhasil mengungkap tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh sindikat Polisi Gadungan.

Hal tersebut diungkap Kapolres Tangsel Akbp Iman Setiawan saat memimpin gelar perkara kasus sebagaimana dimaksud dalam pasal 368 KUHPidana tersebut, di halaman Mapolres, Rabu (27/5/2020).

Sindikat dikatakan Iman, dikarenakan terduga 5 orang tersangkanya teorganisir, membentuk kelompok dan pembagian tugasnya atau peran masing-masing tersangka sudah jelas, dan telah melakukan aksinya dibeberapa tempat.

“Modusnya melakukan pemerasan terhadap masyarakat dengan dalih sebagai petugas polisi gadungan dengan dalih sasarannya diperiksa seperti anggota Polisi,” terang Iman Setiawan.

Selain pura-pura mengamankan sasarannya, para tersangka juga melakukan pengancaman “tembak kakinya, Bolongin kakinya,” kemudian memeras dan mengambil harta benda korbannya.

“Hasil kejahatan tersangka dipakai untuk kepentingan pribadi, padahal mereka bukan anggota Polri, kemudian juga sarana prasarananya yang digunakan baik kendaraan, senjata api, peralatan yang digunakan pada saat itu bukan milik dinas Polres Tangsel,” jelasnya.

Kronologis kejadian perkara ini pada Malam Takbiran, Sabtu (24/5/2020) pukul 03.00 dinihari, team Reskrim Polsek Pondok Aren mendapat informasi bahwa ada mobil dinas polisi jenis Innova warna hitam plat 1512-01 dengan menggunakan rotator biru mengambil salah satu warga masyarakat di tepi jalan.

Berbekal informasi tersebut, Kapolsek Pondok Aren bersama anak buahnya langsung mencari mobil tersebut. “Tepatnya di Graha Raya mobil tersebut sedang parkir dan disamperin. Dan petugas kami langsung melakukan pemeriksaan, ternyata kelima tersangka melakukan perlawanan dengan mengaku anggota polisi, bahkan salah satunya mengaku lulusan Akpol serta mengancam anggota dengan senjata air softgun mengaku dinas di Mabes Polri.

Petugas Polsek Pondok Aren dipimpin Kanit Reskrim Iptu Hittler Napitulu diancam tersangka “Mau Panjang atau Mau Pendek.”

Curiga dengan perilaku dan beberapa atribut tersangka yang tidak sesuai, sempat digiring agar mau ke Polsek Pondok Aren. Setelah diperiksa dan tisak bisa menunjukan KTA asli, serta merta kelimanya para pemuda itu ditangkap dan semua barang buktinya langsung disita.

Masing- masing para tersangka itu adalah Donardi Andika Rais alias Doy (19) warga Gondangdia Menteng Jakpus, Syarif Hidayat alias Ori (20) warga Petukangan Utara Pesanggrahan Jaksel, Dehandra Azel Adyatma alias Azel (19) warga Sawah Baru Ciputat Tangsel, Bryan Alvin Mohamad alias Bryan (21) warga Pondok Karya Pondok Aren Tangsel, dan Josiah Emmanuel alias Jos (18) warga Rawamangun Pulogadung Jaktim. Disangkakan Pasal 368 KUHPidana dengan ancaman penjara 9 tahun.

Barang bukti yang disita ada 10 macam, diantaranya, seunit mobil Kijang Innova warna Hitam plat dinas Polri nomor 1512-01 dengan menggunakan rotator biru, seunit senjata air softgun jenis revolver, seunit senjata air softgun jenis makarov beserta sarung, seunit senjata air softgun jenis glock, dua buah ikat pinggang lambang Polri, satu pasang plat nomor hitam B 87 BRO,, tiga buah HT warna hitam, dua buah gantungan kunci lambang Polri, dan baju coklat lambang Polri.(sugeng)

News Feed