oleh

Pushidrosal Gelar Upacara Peringatan Hari Jadi TNI AL ke-77

-TNI Polri-63 Dilihat

Bisnismetro.id, JAKARTA — Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) menggelar upacara peringatan Hari Jadi TNI AL ke-77di Lapangan Apel Mako Pushidrosal Jl. Jl. Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara. Senin (12/09)

Irpushidrosal Laksamana Pertama TNI Rony Saleh mewakili Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Nurhidayat menjadi inspektur upacara (Irup) pada peringatan Hari Jadi TNI AL ke-77.

Dalam upacara tersebut Irpushidrosal membacakan amanat tertulis Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono yang mengatakan bahwa sejarah pengabdian TNI AL pada NKRI telah terukir dengan tinta emas sejak lahirnya bangsa ini, 77 Tahun silam. Selama itu pula TNI Angkatan Laut selalu hadir dalam upaya menjaga kedaulatan dan mempertahankan keutuhan bangsa dan negara sebagai jaminan keselamatan dan kelangsungan hidup bangsa Indonesia.

Kasal juga menjelaskan sebagai bangsa maritim, laut selalu dan selamanya akan menjadi urat nadi kehidupan bangsa Indonesia. Kelangsungan hidup bangsa ini tidak akan pernah lepas dari bagaimana cara kita memandang lautan nusantara sebagai sumber kehidupan dan cara untuk bertahan hidup, lautan menjadi media penting bagi akses pemerataan kesehatan, pendidikan dan perekonomian bangsa maritim. Di dasar laut juga membentang kabel optic, sarana ekonomi digital masa kini yang semakin hari semakin vital dalam kemajuan perekonomian bangsa.

Tidak bisa dipungkiri kelangsungan hidup sebagai bangsa maritim membutuhkan jaminan keamanan pada jalur distribusi ekonomi lewat laut, jaminan keamanan bernavigasi, jaminan atas terbukanya akses yang sama pada sumber daya alam, yang semuanya membutuhkan kekuatan TNI Angkatan Laut yang memiliki daya gentar, daya manuver, dan daya pukul tinggi serta jangkauan operasional yang mencakup seluruh wilayah perairan yuridiksi Indonesia.

Sebelum mengakhiri sambutannya Kasal juga berpesan “ bangsa yang kuat bukanlah bangsa yang tidak pernah jatuh dalam menghadapi ujian dan tantangan, namun bangsa yang ketika jatuh mampu bangkit berdiri lebih kuat seperti halnya pelaut yang tangguh, bukanlah pelaut yang tidak pernah mabuk laut bila menghadapi badai dan gelombang namun pelaut yang bila mabuk laut ia tetap berdiri tegak memegang kemudi membentangkan layar menghadapi badai yang menghadang.”

Upacara dilaksanakan dengan khidmat, diikuti oleh para pejabat utama Pushidrosal dan seluruh personel Pushidrosal baik militer maupun PNS Pushidrosal.(***)