oleh

QUICK FACTS: Ringkasan Rencana Penggabungan (Merger) PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah

-Ekonomi-703 views

Bisnis Metro, Penggabungan ini dilakukan untuk memajukan ekonomi dan keuangan Syariah Indonesia dan meningkatkan daya saing bank syariah baik di tingkat nasional maupun global.

Negara Republik Indonesia merupakan negara dengan komposisi penduduk muslim yang cukup tinggi. Meskipun demikian, tingkat penetrasi aset syariah dibandingkan dengan aset perbankan secara umum di Indonesia pada tahun 2019 masih tergolong rendah, yaitu dibawah 8%. Jika dibandingkan dengan penetrasi aset syariah pada tahun 2019 di negara-negara dengan jumlah penduduk muslim yang tinggi seperti Malaysia, Kuwait, Bahrain, Brunei, dan Saudi Arabia yang rata-rata diatas 20% dan bahkan ada yang mencapai diatas 50%, penetrasi di Indonesia tergolong rendah. Kemampuan bank syariah di Indonesia, khususnya Bank Peserta Penggabungan pada saat ini untuk mendapatkan pendanaan melalui Sukuk juga terbatas, dimana penerbitan sukuk dibandingkan surat utang konvensional di Malaysia, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab rata-rata diatas 20% per April 2020, sedangkan penerbitan sukuk dibandingkan surat utang konvensional di Indonesia masih dibawah 5% per April 2020.

Saat ini di Indonesia belum terdapat bank syariah yang memiliki kemampuan, baik dari sisi finansial maupun teknologi, untuk dapat memenuhi kebutuhan nasabah dan meraih pangsa pasar syariah yang saat ini belum terjamah, khususnya pangsa pasar yang dapat diraih hanya oleh bank yang memiliki skala besar.

Dengan adanya rencana Penggabungan, diharapkan Bank Hasil Penggabungan akan memiliki modal dan aset yang cukup, dari segi finansial, sumber daya manusia, sistem teknologi informasi maupun produk-produk untuk dapat memenuhi kebutuhan nasabah sesuai dengan prinsip syariah. Hal ini diharapkan akan dapat meningkatkan penetrasi aset syariah serta meningkatkan daya saing Bank Hasil Penggabungan sehingga dapat bersaing secara global dengan 10 bank syariah terbesar di dunia.

Dari sisi prospek usaha, Bank Hasil Penggabungan akan menjadi “Champion” Bank Syariah yang dapat meraih potensi pasar syariah yang sampai dengan saat ini belum tersentuh. Dengan lebih dari 200 juta populasi muslim di Indonesia dan penetrasi keuangan syariah yang masih rendah pada saat ini yaitu kurang dari 7%, menunjukkan bahwa potensi bank syariah kedepannya masih sangat besar dan dengan adanya Penggabungan ini, maka diharapkan Bank Hasil Penggabungan akan memiliki permodalan dan kapasitas yang memadai untuk mengoptimalkan potensi tersebut.

Menggabungkan kekuatan dan kompetensi dari bank-bank syariah milik BUMN menjadi Bank Syariah Nasional terbesar di Indonesia.

Ketiga bank syariah peserta penggabungan memiliki kekuatannya masing-masing. Strategi dan fokus bisnis masing-masing bank telah berhasil mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang positif. Sampai dengan semester pertama tahun 2020, ketiga bank mencatatkan kinerja yang baik sebagai berikut:

BRIsyariah
Mandiri Syariah
BNI Syariah

Total Aset
Rp 50 triliun
Rp 114,40 triliun
Rp 50,76 triliun

Pembiayaan
Rp 37,4 triliun
Rp 75,61 triliun
Rp 31,33 triliun

Dana Pihak Ketiga
Rp 41 triliun
Rp 101,78 triliun
Rp 43,64 triliun

Laba Q2-2020
Rp 117,2 miliar
Rp 719 miliar
Rp 266,64 milliar

Jumlah Nasabah
3,8 juta
8 juta
3,6 juta

Jumlah Cabang
69 cabang
226 sub-cabang
10 kantor kas
736 outlet
385 outlet

Jumlah Karyawan
5.790 karyawan
8.612 karyawan
5.692 karyawan

Dengan visi: “Menjadi Salah Satu dari 10 Bank Syariah Terbesar Berdasarkan Kapitalisasi Pasar Secara Global Dalam Waktu 5 Tahun Kedepan…

Bank Hasil Penggabungan akan memiliki layanan keuangan syariah yang lengkap untuk beragam kebutuhan finansial untuk semua segmen nasabah, mulai dari UMKM, affluent middle-class, investor, wholesale dan korporasi:

Di segmen ritel, Bank Hasil Penggabungan akan memiliki ragam solusi keuangan dalam ekosistem Islami seperti terkait keperluan ibadah haji dan umrah, ZISWAF, pendidikan, kesehatan, remitansi internasional, dan layanan dan solusi keuangan lainnya yang berlandaskan prinsip syariah yang didukung oleh kualitas digital banking dan layanan kelas dunia.

Di segmen korporasi dan wholesale, Bank Hasil Penggabungan akan memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam sektor-sektor industri yang belum terpenetrasi maksimal oleh perbankan syariah. Selain itu, Bank Hasil Penggabungan juga diyakini akan dapat turut membiayai proyek-proyek infrastruktur yang berskala besar dan sejalan dengan rencana Pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Di samping itu, Bank Hasil Penggabungan akan menyasar investor global lewat produk-produk syariah yang kompetitif dan inovatif.

Di segmen UKM dan Mikro, Bank Hasil Penggabungan akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM melalui produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai, juga melalui sinergi dengan bank-bank Himbara dan Pemerintah Indonesia.

QUICK FACTS RINGKASAN RENCANA MERGER

Nama Bank Hasil Penggabungan
PT Bank BRISyariah Tbk.
Perubahan nama Bank Hasil Penggabungan ke depan bila diperlukan masih dalam proses pembahasan

Status Bank Hasil Penggabungan
Bank Hasil Penggabungan akan tetap menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia

Posisi Bank Hasil Penggabungan
Ranking 7 atau 8 dalam daftar TOP 10 bank terbesar di Indonesia dari sisi aset. Satu-satunya bank syariah dalam ranking ini.
Bank syariah terbesar di Indonesia dari sisi aset dengan total aset mencapai Rp214,6 triliun
TOP 10 global syariah bank dari sisi market capitalization.

Kategori BUKU
Bank BUKU III dengan modal inti sebesar Rp20,4 triliun.

Jaringan
1.200 cabang di seluruh Indonesia
1.700 ATM di seluruh Indonesia

Total karyawan
20.000+ orang karyawan di seluruh Indonesia

Komposisi pemegang saham
Pemerintah Indonesia akan menjadi ultimate shareholder dari Bank Hasil Penggabungan melalui bank-bank Himbara sebagai pemegang saham bank Hasil Penggabungan.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) 51,2%,
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) 25,0%,
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 17,4%,
DPLK BRI – Saham Syariah 2%
Publik 4,4%.

Visi Bank Hasil Penggabungan
“Menjadi Salah Satu dari 10 Bank Syariah Terbesar Berdasarkan Kapitalisasi Pasar Secara Global dalam Waktu 5 Tahun ke Depan”.

Layanan dan Segmen
UMKM, ritel, komesial, wholesale Syariah, sampai korporasi, baik untuk nasabah nasional maupun investor global. Termasuk untuk mengoptimalkan potensi Global Sukuk.

Estimasi Tanggal Efektif Merger
1 Februari 2021

Susunan BOD dan BOC Bank Hasil Penggabungan
Masih dalam proses pembahasan.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi akan menjadi sebuah kombinasi yang solid dari keahlian dan kompetensi, serta pengalaman perbankan yang dapat menghadirkan produk dan solusi keuangan yang customer-centric untuk berbagai segmen nasabah mulai dari UMKM, ritel, komesial, wholesale syariah, sampai korporasi, baik untuk nasabah nasional maupun investor global, yang akan membawa Bank Hasil Penggabungan menuju era baru perbankan syariah Indonesia, dengan turut mewujudkan ekosistem halal dan menyukseskan integrasi keuangan syariah di Indonesia.

Sumber: BNI Syariah

News Feed