oleh

Rencana Perluas Tempat Pembuangan Sampah Cipeucang, Bidang Tanah Milik Warga Mulai Diukur BPN Tangsel

-Megapolitan-296 views

Bisnis Metro.id,TANGERANG SELATAN- Pemkot Tangsel mencoba mengabulkan permohonan keinginan warga Kelurahan Serpong dan Kelurahan Kademangan untuk ditawarkan tanahnya, yang mungkin sudah tidak produktif disekitar Tempat Sampah Cipeucang.

Hal tersebut diungkap perwakilan dari Kecamatan Serpong bagian PPAT, Rohidi usai mendampingi Pengelola UPT Cipeucang dalam kegiatan pengukuran pengadaan tanah untuk perluasan area Cipeucang.

Kegiatan yang dimaksud diatas adalah petugas dari BPN Tangsel sedang melakukan pengukuran tanah yang melibatkan tiga (3) orang pemiliknya serta ahli waris sebagai penunjuk batas.

“Kita hanya mendampingi, kalau kemudian hasilnya berapa ya belum dan biasanya satu mingguan baru keluar,” ungkap Rohidi, Rabu (1/7/2020)

Pengukuran kali ini selain itu juga melibatkan perwakilan Kejaksaan NegerinTangsel, serta Lurah Serpong.

“Sebetulnya banyak warga lain yang mengajukan agar tanahnya mau dibeli oleh Pemkot, cuman karena keterbatasan anggaran. Jadi yang dikabulkan pihak pemkot baru 4 (empat) pemilik dari 8 bidang yang kurang lebih 1,7 hektar,” ujar Rohidi

Para pemilik tanah 1,7 ha ini, diibaratkan Rohidi seperti Ketiban Bulan, jikalau bukan Cipeucang, mungkin tidak laku.

Sebagian peryataan singkat dari Dwi Suryani Camat Serpong kepada wartawan, bahwa harapannya tahapan ini bisa lancar dalam menyikapi permasalahan Tempat Sampah Cipeucang.

“Semoga lancar tahapan ini yang beberapa waktu lalu kunjungan kementerian yang sudah membahas pula tentang PLTSa (Pusat Listrik Tenaga Sampah), karena mau dikemanain lagi sampahnya,” ujarnya. Ulangnya, sebelum bergegas, mau dikemanain lagi sampah Cipeucang.

Menambahkan, penjelasan Ta’in, Kepala UPT Cipeucang mengatakan pengukuran untuk lahan perluasan Cipeucang ini merupakan pengadaan tanahnya Dinas Perkimta Tangsel.

“Iya untuk tanah yang dari warga Kelurahan Serpong ada tiga (3) bidang yang punya tiga orang yakni Nur Nahsin Ustadz anif dan Ali, berdasarkan surat yang sudah ada di Dinas Perkim bagian pengadaan yang dihadiri Pak Agus,” ucap Ta’in.

Besok Kamis (2/7), dirinya menyebut, ada agenda yang sama. Untuk di Kelurahan Serpong dan Kelurahan Kademangan, penghitungan bangunan dan pohon pertanian. “Harga permeter tanah maupun ganti rugi pertanian, belum bisa dipastikan, karena yang menghitung adalah tim Apprasial independen berdasar musyawarah,” tukasnya.(sugeng)

News Feed