oleh

Rizal Bawazier: Apa Susahnya Tangani Masalah Tenaga Kerja di Tangsel

-Megapolitan-208 views

Bisnis Metro.id,TANGERANG SELATAN- Bakal Calon Walikota Tangsel Rizal Bawazier mengatakan bahwa salah satu masalah utama warga Tangsel untuk ditangani, adalah masalah tenaga kerja.

Hal tersebut diungkapkan Rizal Bawazier, yang juga seorang pengusaha sukses nasional, dalam siaran persnya, Kamis (28/5/2020).

Salah satu misi dan visi Rizal, bila terpilih menjadi Walikota Pilkada Tangsel Desember 2020, adalah menargetkan terciptanya lima puluh ribu (50.000) lapangan kerja baru, sepuluh ribu (10.000) wirausahawan baru, yakni dengan cara, membuat program sepuluh (10) tempat Skill Development Center (SDC) di setiap kecamatan.

“Dan itu sudah saya pelajari, hanya perlu diterapkan serius dan harus dengan dana APBD Tangsel tentunya,” ucapnya memulai pemaparan tentang SDC.

SDC ini bukan BLK (Balai Latihan Lerja), yang cenderung tenaga kerjanya dilepas untuk cari kerja sendiri, tetapi sebaliknya, SDC akan dicarikan kerja oleh Pemkot Tangsel,

Lalu dengan program 10 tempat SDC di setiap kecamatan, mereka yang berminat masuk SDC, gratis alias tanpa biaya. Sehingga 7 kecamatan se Tangsel akan berdiri 70 tempat SDC, paparnya.

Bila satu SDC akan menampung 200 orang dalam tiga bulan untuk dilatih, berarti setahun mampu menampung 800 orang dan jika dikalkulasikan, 70 SDC. maka hampir sekira 50 ribu orang per tahun akan terserap sebagai tenaga kerja baru dari Tangsel bisa tersalurkan.

SDC adalah tempat pelatihan kerja untuk beberapa bidang dan juga penyaluran kerja, Pimpinan SDC bersama Pemkot Tangsel akan melibatkan seluruh pengusaha Tangsel khususnya, dan juga daerah lainnya, untuk bekerjasama dapat menerima serta menyalurkan tenaga kerja hasil pelatihan SDC di perusahaan perusahaan.

Dalam pelatihan SDC ditekankan pula pendidikan agama, sehingga adanya rasa tanggung jawab peserta didik pelatihan kalau nanti bekerja dan ditempatkan di perusahaan yang menerimanya.

Tentunya setelah bekerja harus rajin, punya rasa tanggung jawab kepada keluarga, ini sangat penting, terutama sekali tidak membuat malu Pemkot Tangsel sebagai penyelenggara SDC,” ujar Rizal.

Perilaku pun tercipta baik sehingga mereka peserta didik SDC, akan bekerja bertanggung-jawab untuk memanfaatkan kesempatan kerja tersebut, dan jangan lupa, sulitnya untuk mencari pekerjaan, maka alumnus SDC harus bekerja sebaik-baiknya, harapnya..

Nah, lalu bagaimana caranya supaya para pengusaha itu mau menampung tenaga kerja yang disalurkan melalui Pemkot Tangse. Yakni dengan mengajak kerjasama timbal balik, misalnya diberi penurunan pajak sedikit untuk pengusaha yang menampung tenaga kerja, atau diberikan fasilitas kemudahan-kemudahan perizinan dan lain-lain.
“Pastinya ini bisa dilakukan oleh kebijakan Walikota Tangsel,” tegasnya.

Lalu, bagaimana kalau tenaga kerja yang bidangnya sulit untuk pengusaha tampung, misalnya perbengkelan atau sejenisnya.

Pemkot secepatnya membuatkan tempat usahanya, kemudian mereka jalankan usaha itu dan tentu, dalam pengawasan Pemkot Tangsel sampai usahanya maju dan sukses.

“SDC adalah salah satu cara untuk mengurangi pengangguran, meningkatkan kompetensi SDM dengan mengidentifikasi kebutuhan industri, mengembangkan program pelatihan, pemagangan, dan penempatan tenaga kerja,” tutupnya.

News Feed