oleh

Penembakkan Meriam oleh Satgas Latihan Bersama Rimpac TNI AL

-TNI Polri-85 Dilihat

Bisnismetro.id, BONTANG – Satuan Tugas Latihan Bersama Multilateral Rim of Pacific (Satgas Latma Rimpac) 2022 TNI Angkatan Laut (TNI AL), KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dengan Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Lewis N. Nainggolan berhasil melaksanakan latihan menembak meriam selama pelayaran di Perairan Laut Sulawesi pada Rabu (8/6). Sebelumnya Satgas juga berhasil melaksanakan uji coba latihan pembekalan di laut atau Underway Replenishment (UNREP) dengan KRI Bontang–907 di sekitar perairan Laut Jawa beberapa waktu lalu.

Pada pelaksanaan latihan menembak Meriam KRI I Gusti Ngurah Rai-332 menembakkan 12 butir amunisi meriam kaliber 76 mm, 24 butir amunisi meriam 35 mm, dan dua sesi menembak meriam 20 mm ke arah sasaran killer tomato. Selain KRI, para personel Satgas juga melaksanakan latihan menembak menggunakan senapan M-16 untuk menjaga dan meningkatkan kemampuan menembak personel satgas.

Latihan penembakan ini dilaksanakan untuk menguji sistem persenjataan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 serta personel satgas, yang akan melaksanakan serial latihan “Rodeo” yaitu latihan penembakan meriam dalam Latihan Rimpac 2022. Keberhasilan latihan ini menunjukkan bahwa KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan personel satgas memiliki tingkat kesiapan tinggi untuk ditugaskan, baik untuk latihan maupun pertempuran.

Proses latihan didahului dengan Gunnery Brief yang dipimpin oleh Komandan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang juga Komandan Satgas (Dansatgas) Latma Rimpac 2022 TNI AL. Pada briefing tersebut dibahas rencana penembakan seperti lokasi, waktu, dan urutan penembakan. Dansatgas juga menekankan bahwa faktor keselamatan menjadi prioritas utama pada pelaksanaan latihan.

Pada puncak pelaksanaan Latma Rimpac 2022, KRI I Gusti Ngurah Rai-322 beserta 35 prajurit Marinir TNI AL akan berlatih dengan kapal-kapal dan personel militer dari 28 negara peserta Latma Rimpac lain di Hawaii, Amerika Serikat. Unsur-unsur kapal perang dari berbagai negara akan melaksanakan latihan bersama di laut selama 21 hari dengan berbagai serial latihan yang telah disiapkan baik spektrum darat, laut  dan udara.

Latihan Bersama ini dilaksanakan selain untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit sesuai harapan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono adalah sebagai wujud diplomasi dalam menjaga stabilitas kemanan laut. (***)