oleh

Siswi SMKN 3 Tangsel Ngaku Dibully Guru, Pihak Sekolah Beri Klarifikasi

-Pendidikan-157 Dilihat

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Siswi SMKN 3 Tangerang Selatan (Tangsel), AN, mengaku telah dibully verbal sejumlah guru hingga mengalami tekanan mental. Selang beberapa hari usai kejadian, siswi kelas 3 tersebut tak lagi masuk kelas hingga saat ini.

Karena merasa tertekan secara psikologis, sang ayah berinisial S lantas memutuskan untuk memindahkan putrinya ke sekolah lain. Hal itu dilakukan guna menghindari depresi berkepanjangan AN yang disebut tak mau lagi mendatangi sekolah tersebut.

“Ada kata-kata yang disebutkan antara lain bahwa siswa d**lek, nggak ada pikirannya, nggak ada adab, nggak ada malunya, terus juga ngomongin masalah privasi rumah tangga saya kepada anak. Sejak itu anak saya hingga hari ini sudah tidak mau bersekolah di sekolah tersebut akibat malu dan takut,” kata S dalam keterangan yang diterima, Selasa (15/11/2022).

Kejadian itu telah diadukan kepada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) pada Senin 24 Oktober 2022. Orang tua AN menyebut jika ada 3 orang guru yang turut membully putrinya di salah satu ruang sekolah.

P2TP2A telah mendatangi sekolah dan mengonfirmasi soal aduan orang tua AN. Ketiga guru pun turut dimintai keterangan. Mediasi sempat dijalankan antara pihak sekolah dengan orang tua siswi. Namun, salah satu permintaan orang tua tak disanggupi pihak sekolah hingga kasus ini pun terancam masuk ranah hukum.

Dikonfirmasi terpisah, pihak SMKN 3 menganggap apa yang dilaporkan soal bullying verbal terhadap siswi AN terlalu berlebihan. Saat kejadian, oknum guru di ruangan hanya menegur serta mengingatkan agar AN tak mencontoh perilaku yang pernah disampaikan orang tuanya saat ada kunjungan home visit wali kelas.

“Dari guru memang ada perkataan yang katanya disampaikan apa namanya, nikah muda misalnya begitu kan. Dia mengambil contoh karena ketika home visit, si ibunya itu cerita bahwa kakak-kakaknya (AN) itu nikah muda. Kemudian si guru tersebut bilang, nah kamu itu jangan seperti itu nikah muda, Kamu bisa membanggakan orang tua lebih dari kakak kamu. Nah mungkin dari anaknya itu hanya mengambil sepotongnya itu, bahwa nikah muda, seolah sekolah masuk ke ranah keluarga,” jelas Wakil Kepala SMKN 3, Toni.

Pemanggilan oleh guru terhadap AN saat kejadian, dilatarbelakangi ketidakhadirannya di sekolah pada beberapa waktu. AN beralasan sakit. Namun, kata Toni, saat guru datang membesuk ke rumah nampak AN terlihat baik-baik saja.

“Kalau di keterangannya sakit, tetapi ketika kita jenguk, ketika kita home visit ke rumahnya memang baik-baik aja tidak ada masalah. Kita juga sering komunikasi dengan orang tuanya, kita coba sampaikan ke orang tuanya terkait perkembangan anak, permasalahan anak di sekolah, tapi tidak ada respon dari orang tua,” paparnya lagi.

Dijelaskan Toni, dalam mediasi orang tua siswi dengan pihak sekolah yang dihadiri P2TP2A, ketiga oknum guru sebenarnya telah meminta maaf atas ucapannya terhadap AN. Pihak sekolah pun memersilahkan agar AN masuk kembali dan mengurungkan rencana pindah sekolah.

“Permintaan maaf mungkin atas dugaan perkataan perundungan tadi secara lisan, meminta maaf ke orang tua, dan dari orang tua juga udah memaafkan, tidak ada permasalahan lagi,” tuturnya.

Toni menduga, mandegnya mediasi itu disebabkan permintaan orang tua AN yang meminta pihak sekolah memberikan dana kompensasi guna membiayai keperluan AN pindah ke sekolah lain.

“Saya kira dari perundingan kemarin sudah selesai, ternyata memang ada hal lain yang diinginkan oleh orang tua tersebut. Kita juga belum mengambil jalur lain, kita hanya sebatas komunikasi dengan kepala sekolah, dengan komite juga kita sampaikan. Rencananya kemarin itu dari komite ingin bertemu dengan orang tua yang bersangkutan,” terangnya.(bli/sg)