oleh

(Success Story) Kembangkan Diri di Sektor Pertanian, Misi Obo Garap Lahan Tidur Tangerang

-Ekonomi-63 views

Bisnis Metro, TANGERANG – Pengembangan diri menjadi alasan Muhammad Obo meninggalkan jabatannya di salah satu pabrik di Tangerang dan kembali ke sektor pertanian. Di saat itulah, ia berkenalan dengan program Smartfarm yang digagas Inisiatif Zakat Indonesia.

Satu alasan bagi Muhammad Obo bergabung dengan program Smartfarm adalah karena adanya materi ruhiyah di dalamnya, “Yang tadinya saya tidak pernah sholat, sekarang, alhamdulillah, selalu bangun sholat subuh. Di Smartfarm itu lengkap. Selain bertani diajarkan untuk tidak meninggalkan sholat lima waktu,” terang pria yang kerap dipanggil “Obo” tersebut.
Gaji lima juta rupiah baginya memang besar selaku salah satu leader pabrik. Namun antusiasnya untuk menggarap lahan tidur di kawasan Tangerang sudah kepalang tanggung. Obo kemudian beralih profesi sesegeranya ia dapatkan informasi terkait program pembinaan petani millennial tersebut.

Dukungan modal dan materi soft skill yang didapatnya kemudian menjadikan Obo memiliki visi yang jelas. Bahwa sejatinya, selaku petani yang mencari rezeki, ia juga membawa nilai-nilai moral tentang menggarap lahan sebagaimana prinsipnya tanah itu diciptakan Yang Maha Kuasa.

Melihat luasnya lahan tidur tanpa hasil yang berguna bagi hajat hidup orang banyak, menggerakkan Pria bernama lengkap Muhammad itu bersinergi bersama para stakeholder demi pemenuhan pangan nasional oleh tangan-tangan petani millennial.

“Awalnya saya hanya mengolah lahan 100 meter persegi untuk bercocok tanam sayur mayur. Setelah beberapa bulan menjalankan usaha dan didampingi penyuluh-penyuluh dari dirjen kementerian pertanian setempat, sekarang saya sudah bisa menambah lahan cocok tanam hingga 7.000 meter persegi,” terangnya lagi.

Berkah dari berkembangnya usaha Obo di bidang pertanian menjadikannya mampu menggaji beberapa karyawan. Yang awalnya hanya 6 orang pegawai, kini mencapai 30-an orang. Hebatnya lagi, kesemua yang menjadi bawahannya adalah kaum millennial yang memiliki visi serupa.

“Pegawai saya sudah mencapai 38 orang. Karenanya saya membentuk Tim Sapu Jagat hanya terdiri dari petani-petani pilihan saja, yang memiliki tingkat mobilitas tinggi. Mereka yang siap bergerak kapan saja. Jumlahnya hanya sekitar 10 orang,” Obo menjelaskan.

Fungsi dari Tim Sapu Jagat adalah meyakinkan pemilik lahan tidur untuk dikelolanya menjadi ladang siap tanam. Salah satu keberhasilannya tampak ketika timnya itu dipercaya Kantor Polsek Karawaci menggarap tanah milik mereka.

Tanah itu digarap dalam beberapa waktu dan kini telah rapih dan siap untuk ditanam. Hasilnya tersebut diakui mampu menginspirasi petani millennial lainnya untuk bergabung bersamanya.

Soal buka-bukaan omzet penghasilan, Muhammad Obo agak segan memberi rincian. Setidaknya Obo berkenan menjelaskan kondisi perekonomian yang selama ini didapat bakda mengikuti program Smartfarm IZI, “Melalui program IZI sekarang bukan cuma bisa menggaji karyawan, tapi juga mampu berzakat dan menyantuni 100 anak yatim,”. (IZI)

News Feed