oleh

Tukang Gali Kubur TPU Jombang Tangsel Gelar Aksi, Penjelasan Kepala Seksie Pemakaman Sindir Anggaran BTT

-Megapolitan-223 views

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Sejumlah tukang penggali kubur TPU Covid yang ada di Jombang Ciputat Kota Tangerang Selatan menyuarakan isi hati dengan cara aksi demo lewat tulisan pada kardus.

Tulisan itu diantaranya berisi kalimat: “Menolak Memakamkan Sebelum Hak Kami Terpenuhi, Tolong Selesaikan Hak Kami, Kami Tim Galih Kubur TPU Jombang,” yang sempat viral dan beredar melalui pesan berantai aplikasi WhatsApp, Senin (25/1/2021) petang.

Nazmuddin, Kasie Pemakaman Disperkimta Kota Tangsel mengatakan bahwa aksi para penggali kubur di TPU covid Jombang ini sesuatu hal yang dianggap aneh.

“Aneh itu pak,” ungkap Nazmudin, saat dikonfirmasi,

Aksi tukang gali kubur TPU Jombang, dengan tulisan di kardus bekas

Dia jelaskan bila pihaknya dituntut harus menyelesaikan selama ini, lalu apa yang tidak diselesaikan pihaknya.

Dirinya menyebut, hak penggali kubur selama ini telah ditalangi sementara oleh Tabroni, Ketua Pengelola TPU Jombang.

“Memang, selama ini ditanggulangi oleh si Boni (Tabroni). Kan anggaran belum turun, pak,” ujarnya.

Prosesi penguburan covid di TPU Jombang Ciputat Tangsel

Nazmudin mengulang dan menyatakan anggaran BTT dari Pemkot Tangsel pada bulan Januari ini belum turun.

“Itu si Boni nalangin, saya juga nalangin, tapi hal itu bukan berarti itu tidak diselesaikan ya,” imbuhnya.

Menurut laporan Tabroni, 10 orang tukang gali kubur TPU Jombang, selama ini sistem upahnya akan dirubah, dari harian dan berdasar hitungan jumlah lubang yang dikerjakan, lalu akan diganti bayaran upahnya menjadi seminggu sekali.

“Tapi mereka ngga mau, maunya tiap gali, bayar. Emang kerja apa kayak gitu.

Nazmudin menyebut selama ini hitungan upah tukang gali makam TPU covid jombang ini baik-baik saja. “Deal- deal aja, fun- fun aja,” katanya.

Pada intinya dari kegaduhan ini, Nazmudin menyimpulkan tukang gali kubur meminta honornya tetap dibayarkan setiap hari tergantung berapa lubang jumlahnya yang diselesaikan. “Per lubang itu upahnya 1 juta dibagi per kelompoknya 5 orang jumlahnya,” tukasnya.(sugeng)

News Feed