oleh

UNI EROPA-INDONESIA TEGASKAN KEMBALI KOMITMEN PENGEMBANGAN KAPASITAS DAN PERTUMBUHAN EKONOMI HIJAU

-Ekonomi-77 views

Bisnis Metro, JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (kanan) bersama Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E. Vincent Piket (kiri) meluncurkan EU-Indonesia Cooperation Publication 2020 secara virtual di Jakarta, Kamis (17/9).

Merangkum upaya memajukan pembangunan berkelanjutan hingga mitigasi efek perubahan iklim, publikasi ini turut menyoroti berbagai pencapaian program-program pembangunan di Indonesia yang didukung Uni Eropa serta para negara-negara anggotanya.

Dengan kemitraan yang berlangsung selama lebih dari 40 tahun, UE dan Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam menangani prioritas bersama dan tantangan global, termasuk mengatasi krisis kesehatan saat ini dan mengatasi perubahan iklim. Kerja sama Uni Eropa dan Indonesia mendukung pertumbuhan ekonomi, sistem kesehatan, pendidikan, inklusi sosial, dan perlindungan lingkungan. Di semua bidang ini, proyek kerja sama bertujuan untuk bertukar pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan membangun kapasitas, yang tercermin dalam tema publikasi tahun ini, “Membangun Kapasitas untuk Pertumbuhan Ekonomi Hijau”.

“Kami sadar bahwa pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 menghadapi banyak tantangan, terutama dalam hal memastikan upaya pemulihan ekonomi sejalan dengan pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan adalah salah satu prioritas pembangunan yang implementasinya menjadi target semua sektor. Kami yakin, upaya mencapai pertumbuhan ekonomi berkualitas hanya dapat dicapai jika di waktu yang sama, kita juga melakukan upaya pelestarian lingkungan”, ujar Menteri Suharso melalui konferensi video.

Menanggapi tantangan kesehatan global, Uni Eropa dan negara anggotanya baru-baru ini meluncurkan paket “Tim Eropa” untuk mendukung respons Indonesia terhadap pandemi virus corona. Total EUR 200 juta atau setara dengan Rp 3,4 triliun telah dialokasikan untuk memasok alat pelindung, bekerja dengan masyarakat sipil dan kelompok rentan, dan investasi untuk memperkuat sektor kesehatan. Ke depan, kerja sama dengan Indonesia akan mencakup metode inovatif untuk mendanai transisi hijau, pembangunan perkotaan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

“Pandemi virus corona adalah guncangan sosial dan ekonomi secara tiba-tiba dan terbesar dari generasi kita, yang memengaruhi semua masyarakat secara global. Sebagai “Tim Eropa”, Uni Eropa dan negara anggotanya bertekad untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam menghadapi krisis. Melalui upaya bersama, kita dapat mengatasi krisis kesehatan dan memastikan pemulihan yang hijau dan berkelanjutan,” ujar H.E. Vincent Piket, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam.

Pencapaian terbaru kerja sama Uni Eropa-Indonesia pada 2019 antara lain:

  • ARISE Plus – Indonesia: program bantuan terkait perdagangan baru akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang

    inklusif dan berkelanjutan, mendorong penciptaan lapangan kerja, dan berkontribusi pada daya saing

    perdagangan Indonesia.

  • Tiga proyek baru, yang memadukan hibah Uni Eropa dengan pinjaman dari bank pembangunan Negara Anggota

    Uni Eropa, akan mendukung bidang reformasi prioritas dan investasi infrastruktur berkelanjutan di bidang-bidang

    seperti energi terbarukan.

  • Peluncuran Keanekaragaman Hayati Laut dan Dukungan Perikanan Pesisir dalam proyek Segitiga Terumbu Karang,

    untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan ekosistem laut di Maluku Utara dan Sulawesi Utara

  • Dukungan berkelanjutan untuk mobilitas di pendidikan tinggi, termasuk lebih dari 1.600 beasiswa tahunan yang

    diberikan kepada pelajar Indonesia melalui program Erasmus + Uni Eropa dan skema beasiswa negara anggota

Peluncuran tahun ini juga mencakup diskusi panel virtual “UE dan Indonesia: Bersama untuk Pertumbuhan Hijau” yang menampilkan:

  • Vincent Piket (Duta Besar EU untuk Indonesia dan Brunei Darussalam)
  • Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas

    Arifin Rudiyanto

  • Peter Schoof (Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, ASEAN dan Timor-Leste)
  • Indah Budiani (Direktur Eksekutif Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD))
  • Wichard von Harrach (Wakil Ketua Kamar Dagang Uni Eropa)

    Diskusi tersebut menekankan pentingnya kerja sama yang erat antara pemerintah dan mitra lainnya termasuk sektor swasta, menyoroti kisah sukses program kerja sama Uni Eropa dan negara anggota dalam pertumbuhan hijau, dan mengeksplorasi peluang untuk memperkuat kemitraan dengan Indonesia ke depan. Publikasi Kerja Sama Uni Eropa- Indonesia 2020 dapat diakses melalui teameuropeindonesia.eu.* (Red)

News Feed