oleh

Walikota Tangsel Buka Webinar Kepemudaan Ansor

-Megapolitan-175 views

Bisnis Metro.id,TANGERANG SELATAN- Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, memaparkan data pantauan serta kebijakan strategis Pemkot dalam menghadapi COVID-19.

“Langkah yang dilakukan mulai dari pembentukan Gugus Tugas sampai RT/RW hingga penerapan PSBB,” ungkap Airin, saat membuka acara webinar (seminar web) atau seminar yang dilakukan melalui situs web atau aplikasi berbasis internet, bertema Pengembangan Kepemudaan di Era New Normal dan Pasca Pandemi Covid-19, Minggu (2/8/2020) petang.

Dia mengucapkan terimakasih sekaligus apresiasi kepada NU Peduli Covid-19 Kota Tangsel dan Satgas Covid19 GP Ansor yang terus membantu masyarakat secara langsung dalam menghadapi pandemi covid ini.

“Pemkot Tangsel akan terus konsisten melakukan proses penanganan Covid di wilayahnya. Sehingga bangsa Indonesia bisa menangani masalah ini dengan saling bahu membahu,” imbuhnya.

Kegiatan ini diselenggarakan GP Ansor Ciputat Timur dan NU Peduli Covid 19 Kota Tangerang Selatan bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Bertindak sebagai moderator (pengurus pusat GP Ansor bidang hubungan internasional) Ahmad Andi Wibowo, dengan ratusan jumlah peserta yang berpartisipasi dari dalam serta luar kota wilayah Tangsel.

Sementara tiga (3) narasumber yang dihadirkan adalah (Plt) Kapusdatin Kemendikbud RI Dr. H.M. Hasan Chabibie, ST. M.Si., Sekjend DPP KNPI Addin Jauharuddin yang juga menjabat Sekjend Ansor Pusat bidang Ekonomi. Dan yang ketiga Surotul Ilmiyah, SKM. MKM selaku Sekretaris Satgas NU Peduli Covid 19 PBNU.

Hasan Chabibie, narasumber pertama menuturkan, bahwa orang tua memiliki peran yang cukup sentral dalam pelaksanaan belajar dari rumah.

“Di tengah era pandemi sekarang ini, mendidik anak mempunyai tantangan yang besar. Baik dari sisi kesiapan infrastruktur teknologi, maupun tantangan psikologis yang ada. Namun, yang paling penting, didiklah anak sesuai dengan kondisi zamannya,” ujarnya.

Praktisi pendidikan yang juga penulis buku ‘Literasi Digital’ itu menyampaikan bahwa penting memahami perkembangan anak di tengah ekosistem teknologi sekarang ini. “Hari ini, kita mengenal adik-adik kita yang di sekolah dasar dan menengah, sebagai digital native. Jadi mereka yang secara nature merupakan digital native, kanan, kiri, depan dan belakang itu ekosistem IT-nya sudah terbentuk. Jadi, ada perbedaan generasi,” tutur Hasan

Ia juga menyampaikan, zaman sekarang sudah semakin berbeda lagi. “Ini tugas yang luar biasa bagi kaum muda, para pendidik, bagi bapak ibu semua, Dan tentunya semua lembaga pendidikan, di mana koordinasi dan aktifitas itu dilakukan bersama-sama,” katanya.

Dilanjutkan narasumber kedua, Addin Jauharuddin, menerangkan, Kaum muda menjadi kelompok masyarakat sipil yang memiliki jangkauan luas dan sumber daya potensial untuk mendorong kebijakan yang efektif dalam memastikan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia.

Addin menyampaikan bahwa peran kaum muda dalam situasi darurat kesehatan tidak dapat dikesampingkan. Menurut dia, kaum muda memiliki kapasitas dan kesempatan untuk menciptakan lingkungan pemungkin (enabling environment) dalam situasi apa pun, termasuk dalam situasi darurat kesehatan.

“Mereka memiliki kecepatan, ketangguhan, kecerdasan, serta jejaring untuk menginisiasi inovasi gerakan sosial sehingga memudahkan masyarakat bahkan pengambil keputusan atau kebijakan di wilayah masing-masing,” katanya.

Kaum muda memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam penanganan Covid-19, baik secara langsung sebagai relawan maupun dengan menyampaikan aspirasi penanganan pandemi dari berbagai lapisan masyarakat kepada pemerintah melalui inisiatif kaum muda seperti Gugus Tugas Covid-19 GP Ansor ini.

Narasumber ketiga, Surotul Ilmiyah mengungkapkan, menyikapi pandemi bukan semata-mata tugas orang kesehatan atau tugas rumah sakit. Ini menjadi tugas bersama untuk menghentikan penularan di masyarakat, dan melakukan advokasi agar masyarakat memahami bahwa saat ini sedang berperang terhadap virus SARS Cov 2 .

“Untuk itu, semua stakeholder masyarakat, kaum kuda, ormas, dan tenaga medis harus bersama sama berjuang untuk meng eleminasi virus tersebut karena virus tersebut pada hakikatnya adalah self limited diseases,” tutur Ilmiyah.

Ilmiyah memberikan materi Manajemen Respon Pandemi COVID-19, perlu kerjasama seluruh elemen masyarakat bersama organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, dan berbagai unsur lainnya dalam usaha pemutusan mata rantai penularan di masyarakat, menyiapkan strategi deteksi yang efektif, dan efisien sampai menyiapkan rumah sakit (RS) Rujukan Covid-19.

Ilmiyah menjelaskan, salah satu strateginya adalah penanganan preventif dimana melakukan sosialisasi kepada seluruh petugas kesehatan dan masyarakat yaitu kewaspadaan di masyarakat, di faskes, sarana umum sampai penanganan jenazah. Selain itu banyak terjadi dimasyarakat adanya diskriminasi terhadap pasien positif Covid 19, Sehingga orang ini akan merasa terkucilkan.

Closing Speech acara Webinar Kepemudaan ini oleh Sekjend Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Adung Abdur Rahman. Dalam sambutannya Sekjend mengapresiasi atas digelarnya Webinar tersebut, diharapkan melalui kegiatan ini dapat menyiapkan seluruh komponen masyarakat khususnya peran pemuda dalam menghadapi kenormalan baru.

“Saya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya acara ini, harapannya Gerakan Pemuda Ansor sebagai organisasi kepemudaan ditengah masyarakat dapat membawa memanfaatan, terus bergerak untuk menjawab perkembangan situasi kondisi,” tuturnya.

Di masa pandemi COVID-19 ini kita dituntut untuk tetap produktif dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Kedisiplinan masyarakat untuk mengindahkan peraturan mengenai Protokol kesehatan diharapkan akan dapat menuntaskan mata rantai persebaran COVID-19 ini, imbuhnya.(sugeng/rls)

News Feed