BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Rabu pagi (29/1/2026), mendung tebal menyelimuti wilayah Tangerang Selatan. Namun, suasana di Perumahan Puri Bintaro Indah (PBI), Jombang, Ciputat, tampak tenang. Tidak ada kesibukan memindahkan motor ke dataran tinggi atau warga yang sibuk menguras air dari ruang tamu.
Ketenangan ini rupanya memicu rasa penasaran di luar kota. Bu Eka, salah satu warga senior di PBI, mengaku baru saja menerima telepon dari saudaranya yang tinggal di Rangkasbitung.
“Saudara saya di Rangkas heran, kok tumben katanya saya nggak pernah pasang status WhatsApp banjir lagi. Padahal di berita katanya hujan di Jabodetabek lagi ekstrem beberapa hari ini. Dia sampai telepon buat memastikan saya baik-baik saja,” ujar Bu Eka sambil tertawa ringan.
Cerita serupa ternyata dirasakan mayoritas warga PBI. Jika dulu hujan deras satu jam saja sudah cukup membuat warga “siaga satu”, kini pemandangan tumpukan pasir di depan pintu mulai menghilang.
Perubahan signifikan ini merupakan buah dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK). Wilayah yang dulunya menjadi langganan genangan ini kini telah dilengkapi dengan infrastruktur pengendali banjir yang mumpuni.
Sesuai dengan target penuntasan di akhir 2025, proyek pembangunan tandon berkapasitas besar dan long storage sepanjang ratusan meter telah berfungsi penuh. Tak hanya itu, DSDABMBK Tangsel juga memperkuat sistem drainase melalui pembangunan inlet storage yang dirancang khusus untuk memecah beban air di kawasan pemukiman padat.
Budi, salah satu pejabat fungsional Bidang Sumber Daya Air DSDABMBK Tangsel menyatakan bahwa integrasi infrastruktur ini memang dirancang untuk mempercepat waktu surut (drainage time) sekaligus menambah kapasitas tampung air hujan.
“Kami tidak hanya membangun kolam tampung (tandon), tapi juga memastikan jalur masuk air (inlet) dan penyimpanannya (long storage) saling terkoneksi secara efisien. Keberhasilan di Puri Bintaro Indah ini menjadi bukti bahwa strategi penanganan banjir berbasis titik pemukiman mulai membuahkan hasil nyata bagi kenyamanan warga,” ungkapnya.
Kini, status WhatsApp warga PBI tak lagi berisi foto air masuk rumah, melainkan aktivitas pagi yang produktif meski hujan menyapa.(SG)***






