Bisnismetro.id, BANDUNG – TNI Angkatan Udara menggelar Latihan Survival Tempur Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan awak pesawat dalam menghadapi situasi darurat.
Latihan tersebut dibuka oleh Komandan Pusat Latihan (Danpuslat) Kodiklatau, Marsma TNI Erwan Andrian, S.E., M.M., di Gedung Pandawa, Mako Wing Pendidikan 800/Pasgat, Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, Senin (20/4/2026).
Dankodiklatau Marsdya TNI Dr. T.B.H. Age Wiraksono, S.I.P., M.A., dalam sambutan tertlisnya yang dibacakan Danpuslat Kodiklatau, menyampaikan bahwa latihan ini bertujuan memelihara sekaligus meningkatkan kemampuan seluruh awak pesawat TNI AU dalam menghadapi keadaan darurat, pendaratan darurat, maupun bail out.
Selain itu, Dankodiklatau menyebutkan bahwa latihan ini merupakan kelanjutan dari Latihan Survival Dasar yang sebelumnya telah membekali awak pesawat dengan kemampuan dan pengalaman Survival, Evasion, Resistance, Escape (SERE).
Lebih lanjut ditegaskan bahwa kemampuan SERE bukan sekadar pelengkap bagi seorang awak pesawat, melainkan kemampuan mutlak yang harus dikuasai untuk menjamin keberlangsungan hidup serta keberhasilan misi.
Melalui latihan ini, para peserta diharapkan semakin memperkuat jati diri sebagai awak pesawat yang andal, tangguh, dan profesional. Adapun latihan berlangsung selama empat hari dengan melibatkan 283 peserta, terdiri atas 149 pelaku, 34 kolat, dan 100 personel pendukung.






