Bisnismetro.id, JAKARTA – TNI Angkatan Udara bersama Royal Australian Air Force (RAAF) menggelar forum bilateral Air Staff Talks (AST) 2026 di Jakarta pada 18–22 Mei 2026. Pertemuan tahunan menghasilkan sejumlah kesepakatan penting untuk memperkuat kerja sama pertahanan udara kedua negara.
Delegasi TNI AU dipimpin Waasops Kasau Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo, S.H., M.H., sementara delegasi RAAF dipimpin Air Commander Australia (ACAUST) Air Vice-Marshal Harvey Reynolds, AM.
AST 2026 mencerminkan eratnya hubungan kerja sama kedua angkatan udara yang dilandasi semangat saling menghormati dan saling percaya. Fokus pembahasan diarahkan pada peningkatan keselamatan penerbangan melalui program Safety and Airworthiness Joint Working Group (SAJWG) serta penguatan interoperabilitas operasional.
Kedua pihak juga menegaskan komitmen untuk terlibat aktif dalam berbagai latihan bersama sepanjang TA 2026/2027, di antaranya Latihan Multilateral Pitch Black 2026 di Darwin, Latgabma Keris Woomera 2026, serta Latma Rajawali Ausindo, Albatross Ausindo, dan Elang Ausindo 2027. Selain itu, dibahas pula rencana inisiasi latihan Air to Air Refueling (AAR) menggunakan pesawat tanker KC-30A RAAF bersama unsur pesawat tempur TNI AU.
Selain latihan bersama, kedua angkatan udara turut memperkuat kerja sama pengembangan SDM melalui pengiriman perwira siswa ke Australian Defence College (ADC) Canberra dan peningkatan program Subject Matter Expert Exchange (SMEE).
Rangkaian AST 2026 ditutup dengan penandatanganan Minutes of Meeting oleh kedua ketua delegasi, dilanjutkan kegiatan unit visit ke Skadron Udara 31 sebagai operator pesawat C-130J Super Hercules dan A-400M TNI AU.





