Antisipasi Musim Hujan, Dinas LH Tangsel Pangkas 150 Pohon di Jalan Ciater Raya

BisnisMetro.TANGGERANG SELATAN- Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat mengantisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem menjelang musim hujan. Hari ini, Senin (10/8/2026), petugas melakukan pemangkasan dan perapian (trimming) massal terhadap sekitar 150 pohon di sepanjang Jalan Ciater Raya.

Langkah ini diambil untuk menekan risiko pohon tumbang atau dahan patah yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Koordinar di lapangan Pada Bidang Pengendalian Pencemaran Dan Pengawasan Lingkungan (P3L) Dinas LH Tangsel, Edi Santoso, menjelaskan bahwa pemangkasan menyasar pohon yang masih segar maupun yang sudah mati.

“Kita mengurangi risiko, baik pohon yang memang skalanya masih segar maupun yang sudah mati. Kita upayakan untuk kita trimming, kita rapikan,” ungkap Edi saat ditemui di lokasi kegiatan, Senin (10/8).

Menurut Edi, perapian pohon ini merupakan agenda rutin Dinas LH Tangsel. Fokus utama penyisiran dilakukan di koridor-koridor jalan protokol demi menjamin keamanan dan kenyamanan publik.

Beberapa titik yang menjadi prioritas utama antara lain:

-Jalan Ciater Raya (target 150 pohon).

-Jalan Ir. H. Juanda

-Kawasan Sekitar Taman Tekno

Edi menambahkan, kegiatan hari ini juga merujuk pada instruksi langsung dari pimpinan daerah guna mendukung optimalisasi Fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Fokus sesuai dengan atensi pimpinan, baik Pak Walikota maupun Pak Wakil. Kita utamakan pohon yang menutupi lampu PJU, kita harus trimming. Nantinya jika malam hari atau saat hujan, lampunya terlihat terang,” tuturnya.

Meski memikul tanggung jawab besar untuk menjaga estetika dan keamanan vegetasi se-Tangerang Selatan, tim P3L Dinas LH Tangsel saat ini beroperasi dengan kekuatan yang cukup terbatas.

Total personel lapangan se-Tangsel hanya berjumlah 14 orang. Untuk mobilitas, tim mengandalkan 3 unit kendaraan sarana prasarana (sarpras) roda empat skala kecil.

“Jumlah personel pekerja kita tentatif karena banyak kegiatan kita, mulai dari yang rutin, permohonan warga, hingga skala prioritas. Kita bagi-bagi tugasnya nanti. Kendaraan besar tidak ada, jadi kita sesuaikan saja untuk kegiatan sehari-hari,” jelas Edi.

Kendati kekurangan armada angkut, Edi bersyukur lini peralatan kerja utama dan pendukung dalam kondisi prima karena selalu mendapatkan peremajaan setiap tahun dari pemkot.

Dinas LH Tangsel juga menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam mengeksekusi sisa pemangkasan. Sampah pohon tidak dibuang begitu saja, melainkan diangkut ke Intermediate Treatment Facility (ITF) Parigi di Pondok Aren.

Di fasilitas tersebut, sampah organik akan diolah dan dimanfaatkan kembali. “Kita kumpulkan ke ITF Parigi Pondok Aren untuk dijadikan pupuk atau kompos. Namun karena skalanya masih terbatas, jadi hanya sisa daunnya saja (yang diolah),” imbuh Edi.

Di akhir penjelasannya, Edi mengajak seluruh lapisan masyarakat Tangsel untuk lebih peka dan peduli terhadap kondisi pohon di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Jika warga menemukan pohon yang rimbun dan dinilai membahayakan, mereka dapat segera melapor ke pihak terkait.

“Kani berharap peran serta masyarakat untuk mengedepankan perhatian untuk wilayahnya masing-masing. Jikalau memang perlu bantuan dari Pemkot terkait pohon, terutama untuk jalan raya, insyaallah kita utamakan untuk dibantu,” pungkasnya.(SG)***