BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Apel Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang digelar di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan, Senin pagi (19/01/2026), diwarnai insiden tidak menyenangkan. Upacara yang seharusnya menjadi momen peningkatkan kedisiplinan dan kesadaran ASN ini justru menonjolkan kesan perlakuan “tebang pilih.
Upacara yang dimulai sekira pukul 07.30 WIB itu digelar khidmat. Wali Kota Benyamin Davnie berada di lokasi memimpin apel. Di bagian sisi lain, sebelah kanan panggung podium nampak Wakil Wali Kota Pilar Saga Ikhsan, Camat, Lurah, berikut sejumlah Kepala Dinas, serta jajaran.
Ketika upacara berlangsung, para petugas menutup gerbang akses masuk dengan memalang sejumlah kerucut.
Beberapa pegawai yang datang terlambat, langsung diminta menepikan kendaraannya di depan pagar gerbang yang baru dibangun.
Petugas melarang pegawai yang terlambat untuk bergabung mengikuti upacara. Sementara, perlakuan berbeda saat salah satu pejabat tinggi (Sekda) terpantau datang menggunakan Mobil Dinas Toyota Innova yang melampaui waktu yang ditentukan. Saat para pegawai tertahan di luar, pejabat tinggi tersebut justru dipersilahkan masuk oleh petugas gerbang tanpa rintangan berarti.
“Tolong parkirnya jangan di tengah, mobil Sekda mau masuk,” seru petugas internal Puspemkot Tangsel, kepada pegawai yang datang telat dan memarkir kendaraan di depan gerbang.
Beda perlakuan itu tentu membuat prinsip Good Governance menjadi jargon semata. Dampaknya tentu fatal bagi para pegawai, dari demotivasi untuk profesionalitas kerja hingga anggapan soal kebiasaan memuja Asal Bapak Senang (ABS).
Apel HKN pagi tadi selesai sekira pukul 08.07 WIB. Dalam salah satu amanatnya, Wali Kota Benyamin Davnie mengajak para pegawai untuk bersama-sama menangani persoalan sampah yang kini masih menghantui wilayah dengan sekira 1,5 juta jiwa itu.
“Jaga lingkungan kita,” tutur Benyamin menutup amanatnya.(Sg)***






