Atasi Banjir Maharta, Proyek Penangkap Air Kali Serua Tangsel Sentuh 30 Persen

BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Proyek pembangunan penangkap air terintegrasi Kali Serua di kawasan Pondok Maharta (RW 09, 10, dan 11) terus dikebut. Pembangunan yang didanai APBD 2026 Kota Tangerang Selatan senilai Rp 9,6 Miliar ini diproyeksikan menjadi jawaban atas persoalan banjir tahunan yang kerap merendam pemukiman warga sepinggang orang dewasa.

Hingga Minggu (27/9/2026) petang, proyek yang dikerjakan oleh PT Pikra Putri Mandiri di bawah Satker DSDABMBK Tangsel ini telah mencapai progres sekitar 30 persen.

“Saat ini sudah terpasang sekitar 123 Box Culvert (BC). Untuk kantong lumpur, dari target empat titik, dua di antaranya sudah selesai lengkap dengan kolam lumpurnya,” ujar Firman, Konsultan Pembangunan Proyek, saat diwawancarai di lokasi Segmen 3 Jalan Maharta, Minggu (27/9) petang.

Firman mengungkapkan, struktur tanah di lokasi menjadi tantangan terberat selama proses pengerjaan. Lapisan atas didominasi tanah merah, namun saat digali mencapai kedalaman 1,5 meter, pekerja langsung berhadapan dengan tanah lumpur cair menyerupai lahan persawahan.

Kendati demikian, proyek ini membawa spesifikasi unggulan untuk memastikan efektivitas penyerapan air. Aliran air akan ditampung dalam long storage menggunakan beton BC berukuran raksasa, yakni 2,5 x 1,25 meter.

“Keunggulannya ada pada kantong lumpur. Air yang berada di dalam long storage berukuran 2,5 x 1,25 meter itu nantinya akan terserap ke dalam tanah melalui kantong lumpur tersebut. Kami juga menyediakan manhole untuk memudahkan pemeliharaan dan pembersihan lumpur ke depan,” urai Firman.

Secara teknis, proyek penangkap air ini terbagi menjadi tiga bagian. Segmen 1 berlokasi di Jalan Nuri, Segmen 2 di Jalan Masjid Kubah (dekat Pasar Kali Jombie), dan Segmen 3 berada di Jalan Maharta dengan panjang mencapai 181 meter.

Melalui integrasi sistem ini, pihak konsultan dan pemerintah berharap titik jenuh banjir di Pondok Maharta bisa teratasi secara permanen. “Harapan kami, banjir yang biasanya setinggi pinggang di wilayah ini bisa berkurang drastis, bahkan hilang sama sekali,” pungkas Firman.(SG)***