BisnisMetro,TANGERANG SELATAN- Ada pemandangan menarik sekaligus mengharukan di atas panggung puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-13 Pesantren Safinatul Qodiri yang digelar di Jombang Kampung Rawa Lele, Kota Tangerang Selatan. Di tengah ribuan jamaah yang memadati lokasi, sang Kyai sempat melontarkan cerita di balik layar yang membuat suasana menjadi hangat dan penuh syukur, pada Kamis (15/01/2026)
Sambil tersenyum tipis di depan mik, Kyai Habib Umar bin Abdul Hadi Al Asy’ari, menceritakan bahwa sejak sore hari, ponselnya tak henti-hentinya bergetar. Banyak pesan singkat melalui WhatsApp masuk dari para jamaah yang merasa cemas melihat kondisi cuaca yang tampak mendung dan diprediksi akan turun hujan lebat.
“Tadi itu banyak sekali yang WhatsApp saya, isinya sama semua: ‘Yai, gimana ini cuacanya mendung sekali? Khawatir nanti kalau hujan di tengah acara’. Mereka takut acara Harlah kita terganggu,” cerita sang Kyai disambut tawa kecil para jamaah.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Mengingat massa yang hadir mencapai ribuan, hujan tentu akan sangat merepotkan jalannya pengajian dan tradisi pembagian air asma yang menjadi ciri khas majelis ini. Namun, sang Kyai dengan tenang menenangkan para jamaah melalui pesan balasan dan doa yang dipanjatkan bersama-sama.
Keajaiban pun seolah hadir. Hingga acara dimulai dan zikir-zikir dikumandangkan, awan mendung yang tadinya menggelayut seolah “bergeser” menjauh. Lokasi pengajian tetap kering dan udara justru terasa sejuk, tanpa setetes air pun turun membasahi bumi Jombang Kampung Rawa Lele malam itu.
“Ini bukti bahwa niat baik kita dijaga oleh Allah. WhatsApp boleh saja penuh dengan kekhawatiran, tapi iman kita harus tetap tenang. Alhamdulillah, langit malam ini justru bersahabat untuk kita semua merayakan Harlah ke-13 ini dengan khidmat,” tutupnya yang diamini secara serentak oleh ribuan jamaah.
Momen ini menjadi pengingat bagi para jamaah bahwa selain persiapan teknis yang matang, “jalur langit” tetap menjadi penentu utama suksesnya sebuah majelis ilmu. Acara pun berlanjut dengan khusyuk, termasuk tradisi pembagian air asma yang selalu dinanti-nantikan setiap tahunnya oleh para jamaah Majelis Safinatul Qodiri.(SG)***






