Dianggap Tak Tepat Sasaran, Proyek Betonisasi Jalan Komplek Bukit Nusa Indah Serua Digeruduk Emak-emak

Peristiwa248 Dilihat

Bisnis Metro,TANGERANG SELATAN- Pengerjaan proyek betonisasi jalan Perumahan Bukit Nusa Indah, Serua, Ciputat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) digeruduk warga, pada Senin (7/8/2023).

Kedatangan puluhan warga perumahan yang didominasi oleh Emak-emak ke lokasi proyek itu, menolak betonisasi yang dikerjakan Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel, lantaran dianggap tak tepat sasaran.

Pantauan di lokasi, para pekerja masih melakukan pembongkaran paving blok yang selama puluhan tahun menjadi alas jalan di perumahan menggunakan alat berat, di lokasi RW 14.

Salah seorang warga RT 01 RW 13 Bukit Nusa Indah yang mendatangi lokasi proyek, Maya (50) mengatakan, penolakan tersebut dipicu kurangnya sosialisasi kepada warga.

Kemudian, betonisasi jalan itu juga dianggap tidak tepat sasaran, lantaran dikhawatirkan memperparah terjadinya banjir di wilayahnya.

“Jadi sebetulnya kita sebagai warga shok, karena tiba-tiba ada betonisasi kurang dari seminggu informasinya ke kami. Kemudian selama ini kami berharap penyelesaian di komplek kami itu banjir, kami tidak masalah walaupun jalan kami masih paving blok, karena kualitasnya masih bagus,” ujarnya.

Pengerjaan betonisasi jalan Bukit Nusa Indah itu seolah tergesa-gesa. Pasalnya, kata Maya, hasil mediasi warga yang dibantu anggota DPRD Provinsi Banten, sempat ditunda karena banyak aspirasi dari warga RW 13, dan juga menunggu dinas terkait maupun pihak kelurahan.

“Cuma yang disayangkan, tanggal 3 Agustus itu kita sempat dimediasi oleh Ibu dewan (DPRD Provinsi) di kelurahan, disini kan ada 5 RW, yang banyak aspirasi cuma RW 13. Jadi waktu itu di pending sampai pertemuan yang akan dihadiri oleh lurah dan dinas DSDABMBK atau yang terkait. Nah ternyata, tanggal 4 ini tetap dilaksanakan,” ungkapnya.

Di lokasi yang sama, Ketua RT 01 RW 13, Iwan menuturkan, sebelum melakukan betonisasi jalan, seharusnya diperbaiki dahulu saluran air di wilayah itu.

Sebab, kata dia, perubahan dari paving blok ke betonisasi akan memperparah banjir di wilayahnya. Karena menurutnya, alas jalan menggunakan paving blok dapat membantu penyerapan air.

“Permasalahannya itu seharusnya kalau mau dibeton itu saluran air harus diberesin dulu, karena saya sendiri terdampak banjir. Jadi pergantian paving blok ke beton akan memperparah banjir, karena paving itu resapan air,” tandasnya.(ar/sg)